Yorrys Raweyai Kembali Diperiksa KPK - RILIS.ID
Yorrys Raweyai Kembali Diperiksa KPK

Jumat | 03/11/2017 16.12 WIB
Yorrys Raweyai Kembali Diperiksa KPK
Yorrys Raweyai. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai kembali masuk dalam daftar pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ada tambahan kebutuhan informasi yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, yaitu dalam posisinya sebagai pengurus DPP Partai Golkar.

"Diperiksa untuk tersangka Markus Nari untuk mengetahui apakah saksi mengenal Markus Nari dan mengetahui perbuatan yang dilakukan Markus Nari terkait e-KTP," kata Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Pemeriksaan Yoryys ini menjadi kali kedua. Pada Selasa (31/10) lalu, KPK telah memeriksa Yorrys sebagai saksi.

Menurut Febri, penyidik KPK ingin mengetahui sejauh mana saksi Yorrys memiliki informasi, melihat, dan mendengar proses-proses terkait pemeriksaan saksi sebelumnya termasuk proses yang terjadi.

"Misalnya, pembahasan-pembahasan yang terjadi di Fraksi Golkar atau informasi lain yang diketahuinya. Itu yang ingin kami dalami apakah itu terkait dengan e-KTP atau isu-isu yang masih relevan," beber Febri.

Markus Nari sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus merintangi proses penyidikan, persidangan, dan memberikan keterangan tidak benar pada persidangan kasus e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Atas perbuatannya tersebut, Markus Nari disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, KPK juga menetapkan Markus Nari sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional (e-KTP) 2011-2013 pada Kemendagri.

Markus Nari disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber Antara


Tags
#Yoryys Raweyai
#KPK
#Golkar
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID