logo rilis
WHO Sebut Benua Amerika Jadi Episentrum Baru Pandemi COVID-19
Kontributor
Elvi R
27 Mei 2020, 10:51 WIB
WHO Sebut Benua Amerika Jadi Episentrum Baru Pandemi COVID-19
ILUSTRASI: Antara

RILIS.ID, Jakarta— Benua Amerika muncul sebagai episentrum baru pandemi COVID-19, demikian dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada konferensi pers Selasa (26/5/2020).

Pernyataan itu muncul saat penelitian Amerika Serikat memprediksikan lonjakan kematian di Brazil dan negara-negara Amerika Latin lainnya hingga Agustus.

"Kini bukan saatnya untuk negara-negara untuk melonggarkan pembatasan," kata Carissa Etienne, Direktur WHO untuk Amerika sekaligus kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) melalui konferensi video.

Amerika mencatat lebih dari 2,4 juta kasus virus corona baru dengan lebih dari 143 ribu kematian akibat penyakit pernapasan COVID-19. Amerika Latin melampaui Eropa dan Amerika Serikat dalam infeksi harian, katanya.

"Kawasan kami menjadi episentrum pandemi COVID-19," kata Etienne, saat direktur PAHO lainnya memperingatkan bahwa terdapat minggu-minggu "yang sangat berat" untuk kawasan tersebut dan Brazil harus menempuh jalan panjang sebelum melihat pandemi berakhir.

Yang juga menjadi kekhawatiran pejabat WHO adalah percepatan wabah di Peru, Chile, El Salvador, Guatemala dan Nikaragua.

Saat tingkat kematian harian Brazil menjadi yang tertinggi di dunia pada Senin (25/5), studi Universitas Washington memperingatkan bahwa total kematian negara tersebut bisa melonjak lima kali lipat menjadi 125 ribu hingga awal Agustus.

Perkiraan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada universitas tersebut muncul bersamaan dengan seruan agar penguncian diberlakukan, langkah yang ditentang oleh Presiden Brazil Jair Bolsonaro.

Menurut IHME, prediksi data kematian COVID-19 saat ini di Peru totalnya hampir 20 ribu hingga Agustus. Gambaran itu mengindikasi tingginya permintaan pasokan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU).

Perkiraan IHME terbaru melihat kenaikan kematian menjadi hampir 12 ribu di Chile, 7.000 di Meksiko, 6.000 di Ekuador, 5.500 di Argentina dan 4.500 di Kolombia hingga Agustus.

Satu negara di kawasan tersebut yang cukup baik melawan COVID-19 adalah Kuba. IHME memprediksikan di Kuba hanya ada 82 kematian hingga Agustus saat pengujian terus dilancarkan untuk memerangi wabah.

Sumber: Reuters/Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID