Wajah Plural dan Damai di Pameran Seni ISI Jogja - RILIS.ID
Wajah Plural dan Damai di Pameran Seni ISI Jogja

Kamis | 04/05/2017 18.22 WIB
Wajah Plural dan Damai di Pameran Seni ISI Jogja

RILIS.ID, Jakarta— Perbedaan pandangan dan keyakinan dalam jalur politik saat ini justru menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Masalah pilihan pemimpin berujung pada tindakan saling memaki bahkan memfitnah.

Prihatin dengan kondisi itu, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar pameran kesenian. Diharapkan, melalui medium seni, wahana eskpresi pluralitas dan perdamaian bisa ditampilkam dengan baik.

Pameran seni media rekam bertajuk "Seni sebagai Ekspresi Pluralitas dan Perdamaian" ini digelar 3-6 Mei di Jogja Gallery, Yogyakarta. Juga bertepatan dengan perayaan Dies Natalies XXXIII ISI Yogyakarta.

"Seni dan seniman mempunyai potensi untuk berperan sebagai penggerak gerakan saling menghargai, saling menghormati demi menjaga keberagaman. Suatu perbedaan bukan untuk diperdebatkan tetapi untuk dihargai dan dihormati sebagai wujud satu kehidupan yang plural dan damai," kata Pamungkas Wahyu Setiyanto, ketua Dies Natalis XXXIII ISI Yogyakarta, Kamis (4/5/2017).

Para seniman ISI akan menghadirkan berbagai macam karya seni dengan tema tersebut. Menurutnya, seni merupakan sebuah ruang universal yang mempunyai kekuatan untuk mengajak orang menjaga pluralias dan perdamaian.

Ada seratusan karya seni fotogragi dan film dipamerkan di Jogja Galeri. Fotografer terdiri dari dosen, anghota BKS-PT Seni Indonesia, praktisi media rekam, juga perguruan tinggi luar negeri yang ikut berpartisipasi.

Karya seni fotografi dan film yang digelar di Jogja Gallery ini didominasi subyek manusia. Namun juga banyak subyek alam yang diabadikan. Seperti foto presiden Joko Widodo sedang memayungi Raja Salman dari Saudi Arabia saat kehujanan. Lalu ada foto empat perahu yang mengundang decak.

Selain itu juga ada foto kolase "ruang kehidupan", sebuah gambaran kehidupan di sekitar Malioboro. Selain itu masih banyak foto yang dipamerkan yang mengandung makna filosofis. 

Karya film yang digelar banyak judulnya. Seperti film "Anak Istimewa", yang bercerita tentang keluarga tuna netra. Kemudian ada juga gilm "Antar Kota Dalam Provinsi" yang menhisahkan seorang kernet bus. Dan masih banyak film karya para seniman media rekam ini yang hisa dinikmati.


Tags
#Mahasiswa
#Seni Budaya
#Yogyakarta
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID