logo rilis
Waduh! Pelajar SMA di Nias Belajar di Ruang Terbuka
Kontributor

28 Februari 2018, 21:27 WIB
Waduh! Pelajar SMA di Nias Belajar di Ruang Terbuka
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Medan— Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumatra Utara Arsyad Lubis melaporkan kepada Komisi X DPR RI adanya pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Nias yang terpaksa belajar di ruang terbuka setelah dialihkan wewenang pengelolaan SMA/SMK ke provinsi.

"Siswa SMAN 2 Kecamatan Alasa, Nias Utara, itu terpaksa belajar di ruang terbuka, karena pihak sekolah SMP tempat tumpangan sekolah itu selama ini 'mengusir' setelah dialihkan pengawasan SMA/SMK ke Provinsi Sumut," ujarnya, di Medan, Rabu (28/2/2018).

Pengaduan itu disampaikan saat berdialog dengan Komisi X DPR RI yang dipimpin Djoko Udjianto dari Fraksi Partai Demokrat.

Penelusuran pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) SMAN 2 Nias Utara yang tercantum pada laman www.kemdikbud.go.id, jumlah siswa laki-laki ada 25 orang, perempuan 11 orang, dengan jumlah guru 8 orang.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI HR Sutan Adil Hendra mengaku kaget mendengar kasus itu.

"Ada yang salah dalam memahami UU 23/2014, di mana salah satu pasalnya mengatur tentang peralihan kewenangan SMA/SMK ke pemerintah provinsi. Hal itu harus diluruskan dan diatasi segera," katanya.

Persoalan yang jelas merugikan siswa SMAN 2 itu akan dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri.

"Peralihan kewenangan harusnya jangan mengorbankan siswa. Apalagi siswanya warga Nias juga," ujar Sutan Adil.

Anggota Komisi X DPR RI lainnya Sofyan Tan menyatakan, hasil pantauannya juga banyak sekolah yang rusak di daerah Nias.

Untuk itulah, kata Sofyan Tan, dia bersikeras melobi Komisi X DPR RI untuk melakukan kunjungan kerja ke Sumut agar bisa mengetahui langsung kondisinya.

"Saya tidak bisa bantu maksimal untuk kasus di Nias, karena di luar daerah pemilihan saya. Mudah-mudahan dengan bergotong royong bisa dibantu tim Komisi X DPR RI," ujarnya.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bambang Winarji yang ikut dalam rombongan tersebut mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

"Selain ada kesalahan pemerintah daerah dalam pemahaman peralihan kewenangan SMA/SMK. Harusnya juga sudah tidak ada lagi sekolah negeri yang digabung bangunannya," katanya lagi.

"Temuan itu harus dievaluasi dan diatasi," katanya.

Dalam kunjungan kerja Komisi X DPR RI di Medan, tim juga menemukan fasilitas yang tidak memadai di SMAN 10 Medan Jalan Tilak.

Beberapa ruang kelas di lantai 2 yang terbuat dari papan sudah bergoyang-goyang saat dilintasi belasan orang.

"Bangunan kelas di SMAN 10 itu sudah tidak layak lagi. Kasihan siswa dan bisa membahayakan keselamatan, sehingga harus segera diatasi," kata Sofyan Tan lagi.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID