logo rilis
Wacana Reshuffle Menguat, CISA Sarankan Ini ke Jokowi
Kontributor
RILIS.ID
15 April 2021, 13:11 WIB
Wacana Reshuffle Menguat, CISA Sarankan Ini ke Jokowi
Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa/FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, JAKARTA— Wacana reshuffle atau perombakan menteri kabinet Indonesia Maju menguat. Itu setelah beberapa waktu yang lalu Mochtar Ngabalin mengamini adanya perombakan kabinet dalam waktu dekat. Yang salah satunya karena peleburan Kemenristek ke Kemendikbud.

Rencana reshuffle ini menuai respons Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa. Ia menilai, adanya perombakan kabinet sekarang ini cukup tepat sebagai evaluasi dan akselerasi kinerja Jokowi setahun pandemi.

Menurut Herry, beberapa hal harus diperhatikan Jokowi dalam reshuffle kabinet mendatang. Di antaranya harus melihat sosok figur yang kuat untuk memimpin kementerian hasil peleburan Kemenristek ke Kemendikbud.

”Background akademisi dan peneliti laik memimpin lembaga ini. Urusan pendidikan, riset, dan teknologi itu, bukan urusan yang mudah!” ingat Herry melalui keterangan persnya yang diterima Rilis.id, Kamis (15/4/2021).

Selain itu, pihaknya juga memberikan catatan soal perkembangan di sektor kemaritiman yang belum terlihat kemajuan signifikan.

”Jokowi selalu menyuarakan kedaulatan maritim, bahkan berambisi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Nyatanya, kita selalu kecolongan. Misalnya penemuan sea glidder dan bebas keluar masuknya kapal asing di perairan kita. Ini juga harus dievaluasi!” pesannya.

Herry menambahkan, akselerasi di bidang pangan juga sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan seluruh food estate yang telah dibangun untuk menghadapi pandemi.

’Isu impor beras sempat menggeliat dan publik pun tidak setuju lantaran terjadi fase surplus beras. Artinya kesiapan pemerintah di bidang ini mesti ditinjau ulang termasuk optimalisasi food estate di berbagai daerah. Harus ada inovasi dalam meningkatkan produksi yang berimbas pada kemampuan negara dalam berswasembada pangan,” ujar Herry.

Disamping itu, Herry mengatakan rentannya Indonesia mengalami bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga harus menjadi perhatian Jokowi.

”Wilayah di Indonesia itu rentan terjadinya bencana. Perlu terobosan dalam konteks meminimalisasi dampak dan kerugian akibat bencana. Caranya adalah memaksimalkan tahapan penanggulangan bencana mulai dari mitigasi, tanggap dan pasca,” pungkasnya.(*)

 

Lihat video menarik lainnya:

Editor: Wirahadikusumah


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID