logo rilis
Virus Corona Malah Disambut Positif Anggota DPR Ini, Kok Gitu?
Kontributor
Nailin In Saroh
04 Maret 2020, 20:30 WIB
Virus Corona Malah Disambut Positif Anggota DPR Ini, Kok Gitu?
Anggota Komisi IV DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Masyarakat tengah khawatir ditengah merebaknya wabah virus corona pasca dua warga Depok, Jawa Barat, yang dinyatakan positif COVID-19. Bahkan, kepanikan menjadikan warga memborong sejumlah masker dan bahan pokok. 

Respon berbeda justru ditunjukkan anggota DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo yang menyambut positif datangnya wabah tersebut. Menurutnya, isu virus corona justru harus dijadikan momentum kebangkitan para petani nasional. 

Setelah melakukan kunjungan ke berbagai wilayah, khususnya Jawa Tengah, anggota Komisi IV DPR ini merespon keluhan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok sehari-hari yang mengalami kenaikan harga. Seperti bawang putih yang harganya sudah melampaui batas kewajaran karena adanya kebijakan negara produsen komoditas tersebut, yakni Cina yang membatasi bahkan men'stop' ekspor. Akibatnya, bawang putih mengalami kelangkaan stok di pasar nasional. 

Firman mengungkapkan, setelah melihat langsung ternyata ada wilayah yang berpotensi menghasilkan bawang putih. Jika peluang ini dimaksimalkan, menurutnya, pemerintah tidak perlu lagi mengharapkan ekspor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

"Ini sangat mengejutkan dan menggembirakan, salah satunya Kabupaten Temanggung ternyata mampu memproduksi dan mensuplai kebutuhan nasional sampai 25 persen kebutuhan nasional," ungkap Firman kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).

"Artinya, kalau kita semua serius terutama kementerian terkait dan pemerintah daerah bisa bekerja sama, kita bisa swasembada" sambung senior SOKSI ini. 

Legislator Jawa Tengah ini menyakini  bangsa Indonesia mampu swasembada bawang putih. Sebab, di Temanggung saja, sudah mampu mensuplai 25 persen kebutuhan nasional apalagi ditambah dengan potensi di daerah lain. 

"Apakah seluruh wilayah Tanah Air di Indonesia dari Sabang sampai Merauke tidak ada yang bisa ditanam bawang putih seperti Temanggung? Saya yakin ada dan bisa!," tegasnya menggebu-gebu. 

Firman juga merespon positif adanya musibah virus corona ini. Sebab kata dia, petani tembakau juga turut menikmati lantaran hasil panennya bisa dibeli dengan harga yang cukup baik. 

"Sehingga petani tembakau dapat menikmati keuntungan akibat pabrik rokok yang selama ini memilih tembakau impor juga tidak melakukan impor, terutama dari Cina yang selama ini mendominasi suplai tembakau ke Indonesia," katanya senang. 

Anggota komisi DPR yang membidangi pertanian ini pun sangat meyakini, jika gonjang ganjing bawang putih dan tembakau selama ini dikarenakan ada mafia importir yang bermain. Sehingga virus corona bisa menstop 'kejahatan' mafia-mafia tersebut. 

"Lagi-lagi ada oknum pejabat yang ikut andil memainkan peran sebagai pembuat kebijakan untuk mencari keuntungan pribadi. Karena ini adalah bisnis dan uang besar," tutur Firman.  

Karena itu, Firman yang juga anak seorang petani dari Pati ini meminta agar Balitbang Kementerian Pertanian dapat secara serius mendata wilayah-wilayah yang mempunyai ketinggian diatas 600 hingga 800 permukaan laut. Agar kemudian dilakukan penelitian juga dilakukan gerakan mananam bawang putih. 

"Tidak lupa kementerian perdagangan juga harus mulai menyetop ijin impornya," kata Firman mengingatkan. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID