Utang 2018 Bakal Numpuk? Ini Kata Pengusaha - RILIS.ID
Utang 2018 Bakal Numpuk? Ini Kata Pengusaha
Ainul Ghurri
Rabu | 20/12/2017 16.29 WIB
Utang 2018 Bakal Numpuk? Ini Kata Pengusaha
FOTO: RILIS.ID/ Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi B Sukamdani mengatakan, untuk mengurangi beban utang 2018, Pemerintah diharapkan melakukan penyerapan anggaran di bawah target. Penyerapan itu diperkirakan antara 80-90 persen.

"Untuk tahun depan, harusnya perhitungan yang tidak terserap itu untuk mengurangi utang. Rencana pengambilan utang itu loh," katanya saat dihubungi rilis.id Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Menurutnya, tingkat utang yang besar tidak masalah apabila digunakan untuk hal-hal yang produktif, seperti membangun infrastruktur dan belanja modal. Namun sebaliknya, bila dibelanjakan untuk subsidi, maka utang itu tidak produktif, sehingga penggunaan utang menjadi kurang tepat.

"Jadi tidak apa-apa defisit paper, asal penggunaannya untuk hal-hal yang produktif, untuk mendukung kapasitas produksi nasional," imbuhnya.

Ia pun berpendapat, sebaiknya ULN di kompensasi dengan pertumbuhan ekonomi Nasional. Menurutnya, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5,4 persen maka tidak akan memberikan dampak yang maksimal.

"Jadi, harusnya, dengan utang yang diambil, harapannya Ekonomi bisa di atas 5,4 persen. Sehingga, nanti, antara keseimbangan utang dengan kekayaan negara akan seimbang," ujarnya.

Ia pun menyebutkan, utang pemerintah bakal menjadi beban apabila pertumbuhan ekonomi Nasional tidak seimbang. Walaupun kata dia, rasio ekonomi Indonesia masih dibawah 30 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Istilahnya ini masih sehat," pungkasnya.


Tags
#Utang 2018
#Utang Luar Negeri
#ULN
#Pengusaha
#APINDO
#Hariyadi B Sukamdani
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID