Usut Tewasnya Pendukung Persija, Polisi Panggil Panitia Pelaksana Persib - RILIS.ID
Usut Tewasnya Pendukung Persija, Polisi Panggil Panitia Pelaksana Persib
Elvi R
Selasa | 25/09/2018 13.40 WIB
Usut Tewasnya Pendukung Persija, Polisi Panggil Panitia Pelaksana Persib
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Bandung – Polrestabes Bandung, Jawa Barat, akan memanggil panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung terkait dengan kasus meninggalnya seorang pendukung Persija Jakarta akibat dikeroyok massa.

"Hari ini juga memanggil dari pihak panpel untuk diminta keteranga terkait dengan pelaksanaan pertandingan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Irman Sugema di Bandung, Selasa (25/9/2018).

Irman mengatakan, pemanggilan itu untuk meminta keterangan perihal beberapa poin yang telah sepakat sebelum pertandingan.

Salah satu yang akan dipertanyakan, yakni kesepakatan penyediaan enam layar lebar di sekitar area stadion untuk memecah konsentrasi massa.

Pada pelaksanannya, polisi tidak menemukan adanya layar lebar yang dipasang. Padahal, kondisi stadion hanya berkapasitas 38 ribu orang, sementara massa yang datang menyentuh 100 ribu orang.

"Kami sudah minta disiapkan layar lebar sebagai alternatif bagi penonton yang tidak memiliki tiket. Ada enam yang disepakati. Namun, pelaksaannya tidak sesuai," katanya.

Apabila saat pertandingan panpel menyediakan layar lebar, menurut dia, bukan tidak mungkin konsentrasi massa akan terpecah dan tidak akan memaksakan diri masuk ke dalam stadion, terutama yang tidak memiliki tiket.

"Saya menyangkan betul langkah preventif yang sudah disepakati bersama tidak dilaksanakan maksimal oleh Panpel," katanya.

Selain itu, polisi juga menduga adanya pencetakan tiket lebih. Hal ini mengingat ketika kondisi di stadion sudah penuh, masih ada penonton yang memiliki tiket tidak bisa masuk.

"Tadi sudah dikatakan, bahwa kapasitas stadion ini 38 ribu, nah, polisi akan mempelajari apakah ada pencetakan tiket melebihi dari pada kapasitas stadion? Oleh karena itu, kami panggil panpel agar ke depan semua pihak ikut bersama-sama bertanggung jawab," katanya.

Sumber ANTARA


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID