logo rilis
Usul Debat Bahasa Inggris, Koalisi Prabowo-Sandiaga Dinilai Kalap
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 September 2018, 19:25 WIB
Usul Debat Bahasa Inggris, Koalisi Prabowo-Sandiaga Dinilai Kalap
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago. FOTO: RILIS.ID/ Taufiq Saifuddin

RILIS.ID, Jakarta— Partai NasDem menyayangkan usulan koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menginginkan ada format debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris di Pilpres 2019. 

Kalau kata Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, undang-undang telah mewajibkan kepada seorang presiden untuk menggunakan bahasa Indonesia saat berpidato di dalam maupun luar negeri. 

"Presiden itu panutan, UU jelas menyatakan harus menggunakan bahasa Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri," kata Irma kepada rilis.id, Jumat (14/9/2018). 

Sebagai panutan, ujar Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini, para pendukung jangan mendorong capresnya untuk menabrak undang-undang.

"Apalagi bahasa Indonesia itu adalah bahasa ibu kita, bukan kah bahasa itu menunjukkan bangsa," ujarnya.

Untuk diketahui, dalam Pasal 28 Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, dinyatakan bahwa Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi presiden, wakil presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri. 

"Itu (debat bahasa Inggris) kan tidak urgent ya, karena yang lebih penting itu komitmen serta visi dan misi," tegas Irma. 

Irma khawatir, usulan debat bahasa Inggris yang disampaikan kubu Prabowo-Sandi justru melupakan hal-hal yang utama dalam proses kampanye Pilpres 2019. 

Padahal, ungkap dia, rakyat benar-benar menunggu ide dan gagasan yang serius dari kedua pasangan capres-cawapres tersebut. 

"Nanti ada yang minta juga pakai bahasa Arab gimana coba? Udah deh enggak perlu aneh aneh. Ngajak adu renang segala lah. Kok seperti kalap ya," celetuknya. 

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)