Usai Hajatan, Puluhan Warga Magelang Keracunan - RILIS.ID
Usai Hajatan, Puluhan Warga Magelang Keracunan

Minggu | 04/03/2018 11.46 WIB
Usai Hajatan, Puluhan Warga Magelang Keracunan
Ilustrasi warga keracunan. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Magelang – Sebanyak 26 warga Desa Banjarsari, Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terpaksa dirawat di rumah sakit diduga keracunan makanan setelah makan hidangan di sebuah hajatan warga setempat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Hendarto mengatakan pada Sabtu (3/3/2018) siang, ada hajatan di rumah warga bernama Marsudi di Dusun Mlahar, Desa Banjarsari, Kecamatan Windusari pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. 

Sekitar pukul 17.00 WIB, ada warga yang makan di hajatan tersebut mulai mengalami mual, pusing dan muntah. 

"Semula, hanya anak Kades Banjarsari yang muntah-muntah dan langsung dibawa ke RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Setelah itu, orang lain yang makan di tempat hajatan dengan gejala yang sama. Mereka juga dibawa ke RSJ Magelang," kata Hendarto di Magelang, Minggu (4/3/2018).

Hendarto mengatakan, selepas magrib beberapa korban lain mengalami gejala diare. Hanya saja, tiap orang reaksi keracunan makanannya berbeda-beda.

Awalnya, lanjut Hendarto, bidan desa setempat mendapat laporan dari salah satu warga. Ia lantas berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mencari warga yang mengeluhkan keracunan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, katanya, saat bidan desa mengunjungi RSJ menyebutkan korban yang mendapat tindakan infus ada tujuh orang yang lain dalam pengawasan dan mendapat suntikan.

"Umur korban yang mengalami gejala keracunan bervariasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua," kata Hendarto.

Hingga Sabtu pukul 24.00 WIB tercatat seluruh pasien yang dibawa ke RSJ sekitar 26 orang.

"Penanganan pasien di RSJ sampai Minggu sekitar pukul 00.15 WIB dan tidak ada pasien lagi yang datang akibat keracunan tersebut. Kondisi saat ini, seluruh pasien sudah boleh pulang," katanya.

Upaya tindak lanjut yang dilakukan puskesmas, kata dia, sudah berkoordinasi dengan perangkat desa dan polsek untuk terus mendata dan memantau perkembangan kasus.

Melalui bidan desa, dilakukan pemantauan kepada pasien yang sudah pulang dari rumah sakit maupun kemungkinan adanya susulan kasus baru.

"Petugas sudah mengamankan sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium," katanya.
 

Sumber ANTARA


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID