logo rilis
Untuk Kedua Kalinya, Travel Circle International Didenda Rp1 Miliar
Kontributor
RILIS.ID
12 April 2021, 16:51 WIB
Untuk Kedua Kalinya, Travel Circle International Didenda Rp1 Miliar
FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Jakarta— Untuk kali kedua di tahun ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan hukuman denda Rp1 miliar kepada Travel Circle International (Mauritius) Ltd.

Baca: Didenda Rp1 Miliar, Travel Circle Dideadline 30 Hari Setor ke Negara

Hal ini dilakukan KPPU lantaran Travel Circle melakukan keterlambatan dalam pemberitahuan (notifikasi) pengambilalihan saham DEI Holdings Limited, suatu perusahaan holding dari berbagai perusahaan ritel elektronik terkemuka.

"Atas pelanggaran tersebut, Majelis Komisi dalam sidang Majelis Komisi pembacaan putusan hari ini di Jakarta, menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp1 miliar kepada Travel Circle International (Mauritius) Ltd," demikian bunyi putusan KPPU yang diterima Rilis.id, Senin (12/4/2021).

Kasus itu berawal dari penyelidikan KPPU atas dugaan pelanggaran Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 juncto Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 yang dilakukan oleh Travel Circle International.

Akuisisi yang dilakukan Travel Circle International tersebut berlaku efektif pada 28 Maret 2019. Sehingga seharusnya berdasarkan ketentuan, dilakukan pemberitahuan atau notifikasi kepada KPPU paling lambat 14 Mei 2019.

Namun dari hasil proses persidangan ditemukan bukti bahwa Travel Circle International baru menyampaikan pemberitahuan pada 12 Desember 2019.

Travel Circle International juga diminta untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar dengan menyetorkannya ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Sebelumnya atau pada 4 Maret 2021, KPPU juga telah menjatuhkan denda Rp1 miliar kepada Travel Circle Internasional (Mauritius) Limited terkait keterlambatan pemberitahuan atas pengambilalihan saham yang dilakukannya terhadap Asian Trails Holding Ltd. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID