logo rilis
Tunjuk PJ Gubernur dari Polri, Wapres: Tak Harus, tapi Boleh
Kontributor

30 Januari 2018, 16:45 WIB
Tunjuk PJ Gubernur dari Polri, Wapres: Tak Harus, tapi Boleh
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyampaikan, tak ada larangan penjabat gubenur berasal dari Polri, asal sesuai dengan aturan perundang-undangan dan penunjukan terkait dengan kebijakan.

"Ya tentu tidak harus, tapi juga boleh, karena tiga tahun lalu itu di Sulawesi Barat, saya ingat benar, itu Polri pejabatnya dan tidak ada yang protes dan jalan. Jadi artinya tidak harus, tapi boleh," katanya kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Wapres menyatakan, sesuai aturan maka untuk menjabat sebagai penjabat gubernur maka harus setara dengan eselon I. "Memang ada persamaan di TNI-Polri pangkat berapa ada memang rumusnya itu. Jadi berarti, bintang dua sama dengan eselon satu," katanya.

Wapres mengutarakan, baik tidaknya penjabat gubernur dari Polri tergantung pada situasi dan kondisi sebagai pertimbangan untuk mengambil kebijakan.

"Ya itulah soal psikologis lokal, tapi secara umum boleh, tergantung kebijakan saja," tegasnya menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan konflik kepentingan mengingat terdapat calon kepala daerah berlatar belakang Polri.

Usulan penjabat gubernur dari Polri telah memicu pro-kontra di masyarakat. Setelah munculnya pemberitaan terkait usulan menjadikan dua perwira tinggi Polri sebagai Pjs Gubernur Sumatera Utara dan Jawa Barat pada Pilkada 2018.

Dua perwira tinggi Polri tersebut adalah Asisten Operasi Kapolri Irjen Mochamad Iriawan menjadi Penjabat Sementara Gubernur Jawa Barat serta Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin menjadi Penjabat Gubernur Sumatera Utara.

Mendagri menyatakan, penunjukan penjabat dari aparat TNI/Polri sebelumnya juga pernah dilaksanakan, yaitu di Sulawesi Barat oleh Irjen Carlo Tewu dan Aceh oleh Mayjen Sudarmo. 

Penunjukan penjabat gubernur dari aparat keamanan tersebut utamanya di daerah yang dinilai rawan keamanan sehingga membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID