logo rilis
Tolak Pemulangan WNI Eks Kombatan ISIS, PBNU: Mereka Sebut Negara Ini Thogut!
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
11 Februari 2020, 12:30 WIB
Tolak Pemulangan WNI Eks Kombatan ISIS, PBNU: Mereka Sebut Negara Ini Thogut!
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak tegas wacana pemulangan ke Tanah Air warga negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan kelompok ISIS.

Menurut Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, para WNI yang pernah bergabung dengan ISIS itu pergi ke Suriah dari Indonesia tidak melaluin izin pemerintah. 

Bahkan, kata Said, mereka menolak NKRI dan menyebut negara ini sebagai thogut. 

"Kami PBNU menolak kepulangan kombatan ISIS karena mereka sudah pergi ke sana dengan kemauan sendiri. Setelah datang ke sana mereka ramai-ramai bakar paspor dan mengatakan ini paspor negara thogut," kata Said usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di gedung PBNU, Jakarta,  Selasa (11/2/2020).

Dia mengatakan, WNI yang bergabung dengan kelompok radikal tersebut tidak hanya mengancam akan membunuh beberapa tokoh negara, mereka juga mengancam Banser dalam sebuah video.

Tidak hanya itu, tegas Said, para WNI tersebut juga sudah menganggap ISIS sebagai negara dan oleh karena itu telah membuang kewarganegaraan Indonesia saat bergabung dengan kelompok tersebut.

"Oleh karena itu kenapa kita bicara pemulangan 600 orang kalau itu akan mengganggu ketenangan, kenyamanan 260 juta warga Indonesia," ujarnya. 

Sebelumnya, muncul wacana untuk mengembalikan WNI yang pernah bergabung dengan ISIS dan sekarang tinggal di penampungan yang berada di Suriah dan Irak.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari komunitas internasional dan saluran intelijen ada sekitar 600 orang yang mengaku sebagai WNI, meski belum terverifikasi.

Pemerintah Indonesia sampai saat ini belum menentukan sikap terkait wacana pemulangan itu meski beberapa menteri seperti Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan secara pribadi menolak wacana tersebut.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID