logo rilis
Titipan Kopi Yuam untuk Jokowi dan Megawati
Kontributor
Ning Triasih
13 September 2018, 22:06 WIB
Titipan Kopi Yuam untuk Jokowi dan Megawati
Kopi Yuam. FOTO: Instagram/@kulinerankebumen

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dapat titipan Kopi Yuam dari pemuda asal Desa Pucangan, Kecamatan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, Yuri Dulloh. Kopi itu dititipkan pada sahabat masa kecil Yuri, Rahmat Sahid, yang merupakan bakal calon legislatif dari PDIP.

Yuri sendiri merupakan pengembang kopi lokal sejak 2009. Selain kopi, ia juga menitipkan gelas bambu penyaring kopi pada sahabatnya saat berkunjung ke kafe Yuri untuk bernostalgia dan diskusi sambil minum kopi Wamen (Jawa-Kebumen), di Kebumen, Selasa (11/9).

Yuri memiliki kafe 'Yuam Roasted Coffe' yang terletak di depan rumah. Kafenya itu sudah dikenal luas, bahkan sampai mancanegara. Berbagai penghargaan telah diperoleh Yuri, termasuk dari Presiden Jokowi. Nama Yuam sebagai brand kafenya ternyata merupakan singkatan dari nama dan daerah asalnya, yakni Yuri Ambal.

Di sela diskusi, Yuri yang masih terkenang dengan penghargaan dari Jokowi meminta pada Rahmat Sahid agar menyampaikan bingkisan kopi dan gelas bambu penyaring untuk diberikan pada orang nomor satu di Indonesia dan Megawati. Yuri menitipkan bingkisan itu setelah mengetahui jika sahabatnya, Rahmat Sahid, adalah penulis buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno, yang kata pengantarnya ditulis Megawati Soekarnoputri.

Rahmat Sahid menjadi bakal calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk dapil Jawa Tengah VII (Kebumen, Purbalingga dan Banjarnegara).

"Waktu saya ke Istana sebenarnya sudah disiapkan Mas (bingkisan kopi untuk Presiden Jokowi), tapi ada kendala teknis. Makanya, ini mumpung kesampaian ke sini, saya nitip agar bisa disampaikan ke Pak Jokowi dan Ibu Megawati," kata Yuri kepada Sahid, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (13/9/2019) seperti dilansir dari ANTARA.

Dalam obrolan ringan tersebut, Yuri dan Rahmat yang semasa kecilnya pernah sama-sama beternak, Yuri ternak kerbau dan Rahmat ternak kambing, begitu antusias saling bertukar cerita dan pengalaman.

Yuri menceritakan, pengalamannya sejak 2009 menggali potensi kopi lokal dan berbagai kegiatan seperti menghijaukan lahan-lahan yang tidak produktif dilakukan dengan kerja keras sambil terus melakukan edukasi. Hal itu ia lakukan untuk membangun kesadaran sekaligus pendidikan kepada masyarakat untuk mau menanam kopi. Pria yang juga aktif di Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat Desa (PKSMD) ini mengungkapkan, dengan kerja kerasnya itu, ia kini sudah bisa membuka kedai kopi yang diolah dari budidaya sendiri bersama mitra petani kopi yang tersebar di beberapa titik di Kebumen.

Tak hanya itu, Yuri juga kemudian menciptakan alat penyaring kopi dari bambu. Adapun untuk pengolahan kopi, dari beberapa kali percobaannya, ia kemudian berhasil memproduksi bubuk kopi yang diberi nama Kopi Yuam (Yuri-Ambal). Jenis kopi yang dibudidayakan adalah arabika, robusta, wamen dan nangka.

"Awalnya, banyak yang menertawakan usaha dan kerja keras saya ini. Tapi saya terus lakukan percobaan-percobaan, gagal, coba lagi, gagal, coba lagi, dan itu yang membawa pada keberhasilan saya bisa produksi kopi bubuk Yuam. Ini sudah saya patenkan," ujarnya.

Dalam tiga tahun belakangan, nama Yuri dan Kopi Yuam sudah populer. Ia beberapa kali diundang menjadi narasumber utama di acara talk show beberapa televisi swasta nasional. Pengunjung kafenya pun kini berasal dari berbagai daerah, yang tidak hanya ingin menikmati seduhan kopi olahan Yuri, tetapi juga untuk pengembangan riset.

Bahkan, pengunjungnya yang dari luar begeri lebih dari 30 negara, meskipun tempat kafenya jauh dari perkotaan. Para turis yang pernah datang di antaranya dari Perancis, Jerman, Rusia, Turki, Belanda, Korea, Taiwan, Denmark, Australia, Uzbekistan, Arab Saudi dan India, serta Singapura.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)