logo rilis
Terapkan New Normal untuk Sekolah, Ketua DPR Minta Ini ke Pemerintah
Kontributor
Nailin In Saroh
01 Juni 2020, 19:07 WIB
Terapkan New Normal untuk Sekolah, Ketua DPR Minta Ini ke Pemerintah
Ketua DPR RI Puan Maharani. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pemberlakuan hidup normal baru atau 'New Normal' di bidang pendidikan terkait jaminan keamanan anak-anak. Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan di tengah Pandemi COVID-19 perlu dikelola dengan baik. 

Karenanya, ia meminta pemerintah perlu mendengar masukan-masukan dari para pemangku kepentingan seperti para pendidik, orang tua dan organisasi pendidikan sebelum membuka kembali sekolah sebagai bagian dari penerapan kebijakan new normal. 

"Agar tidak berdampak pada kesehatan anak-anak kita, para generasi muda kita,” ujar Puan saat menjadi pembicara kunci acara Halal Bihalal Peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus Webinar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang diselenggarakan oleh HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini bertema 'Menjadi Bijak di Era Pandemi dan Persiapan Menyongsong New Normal', Senin (1/6/2020).

Puan menilai, protokol pelaksanaan new normal di sekolah harus dilaksanakan secara ketat. Tentu saja menurutnya, protokol kesehatan new normal untuk sekolah sangat berbeda dengan protokol bagi mal, perkantoran dan tempat publik lain. 

"Apalagi untuk sekolah-sekolah PAUD dimana anak-anaknya masih kecil, naluri untuk bermain bersama teman-temannya sangat besar,” kata mantan menko PMK ini. 

Karena itu, Puan menekankan agar pelaksanaan new normal terutama untuk sekolah harus dilakukan secara hati-hati. Pemerintah, kata dia, juga perlu merespon aspirasi-aspirasi yang berkembang terkait penerapan new normal. 

"Misalnya dalam hal penerapan new normal di sekolah, dimana unsur-unsur masyarakat meminta agar kegiatan sekolah dimulai ketika keadaan benar-benar sudah terkendali," jelas Puan. 

Sementara kepada guru PAUD, Puan berpesan agar benar-benar memperhatikan proses pembentukan karakter anak sejak usia dini. Sebab menurutnya, para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD berperan sangat penting dalam proses pendidikan Indonesia khususnya dalam pembangunan karakter bangsa.

Puan yang disapa Bunda PAUD oleh para Pegiat Pendidikan Usia Dini itu menyatakan, bahwa pada usia dini pembentukan karakter bangsa sangat ditentukan. ”Budaya santun, toleran, disiplin, etos kerja, gotong royong,  dan lain sebagainya, mulai ditanamkan dalam hati nurani anak-anak kita," tutur ketua DPR perempuan pertama ini. 

Menurut Puan, pendidikan usia dini sebagai bagian dari pendidikan nasional pada dasarnya adalah pembentukan karakter bangsa berlandaskan pada Pancasila. Dia menyatakan DPR RI akan ikut mengawal anggaran pendidikan nasional melalui fungsi pengawasan yang dilaksanakan dengan memastikan bahwa alokasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. 

“Termasuk juga di dalam APBN 2020, DPR dan Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD sebesar 4 triliun 14 milyar 724 juta rupiah (Rp4.014.724.000.000),” papar Puan. 

Politisi PDIP itu pun berharap BOP PAUD dapat ikut meningkatkan proses dan mutu pendidikan pada usia dini. 

Untuk diketahui, acara ini juga diikuti oleh ratusan peserta secara daring yang terdiri dari para guru PAUD, Kepala Daerah, dan wakil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kami ingin Bunda Puan menyapa dan menguatkan para guru PAUD ditengah situasi pandemic ini,” ucap Ketua HIMPAUDI Prof. Dr. Netti Herawati. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID