logo rilis
Telusuri Terdampak Gempa di Donggala, BNPB Minta Bantuan PBB
Kontributor
Nailin In Saroh
29 September 2018, 18:50 WIB
Telusuri Terdampak Gempa di Donggala, BNPB Minta Bantuan PBB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho meminta bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangani UN Spider agar dapat mengakses citra satelit agar dapat memotret kondisi yang terjadi di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

“Banyak bangunan yang roboh sehingga untuk pendataan itu kami mengaktifasi untuk meminta citra satelit resolusi tinggi. Kami BNPB bersama LAPAN telah mengidentifikasi dengan UN spider untuk dapat mengakses citra satelit beresolusi tinggi,” ujar Topo dalam Konfersi Pers di BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Hal tersebut dilakukan agar kondisi di beberapa titik yang belum bisa dijangkau oleh para timsar dapat diketahui tingkat kerusakannya. 

"Kami khawatir dalam mengkirimkan beberapa koordinat sehingga nanti dari masyarakat internasional bisa memberikan bantuan terkait dengan citra satelit beresolusi tinggi sehingga menjadi bahan untuk analisis kami, dimana daerah-daerah yang paling terdampak,” jelasnya.

Topo juga berharap, satelit tersebut dapat melewati daerah Palu dan sekitarny. Sehingga bisa mengetahui daerah terparah dengan akurat.

“Mudah-mudahan ada satelit yang melintas di sekitar kota Palu dan Donggala sehingga kita bisa mendapat citra satelit beresolusi tinggi, artinya resolusi tinggi hitungannya sudah sentimeter mungkin kurang dari 10 sentimeter objek yang ada di permukaan bumi dapat difoto dari satelit,” terangnya.

Topo mengatakan, pihaknya juga belum dapat informasi apa yang terjadi di Kabupaten Donggala karena komunikasi masih terputus.

Topo memperkirakan kerusakan yang terjadi di Kabupaten Donggala lebih parah ketimbang di Kota Palu.

“Kalau melihat itensitas gempa yang dirasakan di Kabupaten Donggala lebih besar (kerusakannya) dari pada di Kota Palu. Sehingga hipotesis dugaan kami bahwa kerusakan yang ada di Kota Donggala lebih parah,” tukas Topo. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID