logo rilis
Taufik Jadi Tersangka, DPR Diminta Introspeksi Diri
Kontributor

31 Oktober 2018, 09:15 WIB
Taufik Jadi Tersangka, DPR Diminta Introspeksi Diri
Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Penetapan status tersangka Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan dinilai menjadi pembelajaran berharga bagi para anggota DPR.

"Sebagai kolega, saya turut bersedih atas kasus hukum yang menimpa mas Taufik Kurniawan," kata anggota Komisi III DPR RI, Asrul Sani, seperti dilansir Antara, kemarin.

Lebih-lebih, di tahun ini dua orang pimpinan lembaga legislatif tersebut terjerat dugaan kasus hukum. Inilah mengapa DPR RI harus introspeksi diri.

"Karena semakin banyak anggota DPR RI yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK," ujarnya.

Sejak KPK berdiri, sambungnya, Taufik adalah pimpinan DPR RI kedua yang menjadi tersangka serta anggota DPR RI ke-75 yang menjadi tersangka.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap, ke depan tidak ada lagi anggota DPR RI yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK.

Arsul mengingatkan, DPR RI harus melakukan pembenahan di internal lembaga, untuk mencegah terulang penetapan tersangka terhadap anggota DPR RI.

Sementara itu, Arsul menghormati langkah KPK dalam menjalankan kewenangannya melakukan proses hukum dugaan praktik korupsi terhadap siapa pun.

"Proses penegakan hukum itu kan tidak boleh dihalangi, tidak boleh terhambat karena status seseorang, siapa pun dia," katanya pula.

Praktisi hukum nonaktif ini juga menilai, sorotan publik terhadap KPK adalah melakukan penuntasan kasus hukum kepada setiap orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Karena masih ada sejumlah kasus hukum yang penyelesaiannya dalam tanda kutip, entahlah," katanya lagi.

Arsul meminta KPK melakukan proses yang mestinya dituntaskan, namun belum dituntaskan kemudian pindah ke kasus-kasus lainnya.

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menegaskan penetapan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan sebagai tersangka KPK, kian menggerus wibawa DPR RI.

"Bagaimana tidak, Taufik merupakan orang kedua dari level pimpinan DPR menjadi pesakitan kasus korupsi, sebelumnya sudah ada Setya Novanto," kata Peneliti Formappi, Lucius Karus.

Sebelumnya, Taufik Kurniawan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016 untuk APBD Perubahan Kabupaten Kebumen. Ia diduga menerima Rp3,65 miliar.

"Wakil Ketua DPR RI periode tahun 2014-2019 diduga menerima hadiah atau janji," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konfrensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018), kemarin.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID