Tantangan Ekspor Biodiesel ke Eropa Bakal Berlanjut - RILIS.ID
Tantangan Ekspor Biodiesel ke Eropa Bakal Berlanjut

Rabu | 14/02/2018 07.43 WIB
Tantangan Ekspor Biodiesel ke Eropa Bakal Berlanjut
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta – Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menilai, kampanye negatif minyak kelapa sawit hingga penolakan masuknya produk tersebut ke Eropa akan mempersulit ekspor ke Benua Biru.

Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan mengatakan, pelaku usaha baru saja menghirup angin segar karena telah memenangi gugatan setelah dituduh melakukan dumping.

"Kalau sampai kena (larangan) pada 2021, kita akan sulit lagi. Tahun lalu kita sudah mulai proses itu, tahun ini kita menang soal dumping, industri sudah siap. Tapi paling kita bisa ekspor 2019-2020, lalu pada 2021 kita stop lagi tidak bisa ekspor ke Eropa," jelasnya.

Tjakrawan menuturkan, pada 2014, ekspor biodiesel sawit ke Eropa mencapai 1,8 juta kiloliter. Namun, ekspor itu terus turun lantaran tuduhan dumping.

"Kita sebenarnya bisa tetap ekspor ke Eropa, tapi pajaknya besar, bisa mencapai 22 persen. Kami lalu beralih ke negara lain seperti Amerika, tapi terkena kampanye serupa," katanya.

Akhirnya, produksi biodiesel nasional diserap seluruhnya hanya untuk domestik dalam tiga tahun terakhir.

Tjakrawan mengatakan setelah bebas tuduhan dumping, pengusaha biodiesel nasional kini tengah bersiap melakuka ekspor kembali ke Eropa.
Diakuinya, itu akan cukup sulit  setelah sekian tahun berhenti mengekspor, Paulus berharap volume ekspor bisa terus didorong.

"Permintaan sudah ada. Perusahaan yang mampu melakukan ekspor sudah mulai. Harapan kita sih, bisa (ekspor) menyamai 2014 hingga 1,8 juta kiloliter," tuturnya.

Sebelumnya, Parlemen Eropa akan menghapus penggunaan biodiesel dari minyak nabati pada 2030 dan dari minyak kelapa sawit, termasuk dari Indonesia pada 2021.

Sumber ANTARA


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID