logo rilis
Tanaman Andalan yang Banyak Diminati, Kacang Hijau Duduki Peringkat ke Dua Ekspor
Kontributor
Elvi R
06 Maret 2020, 13:55 WIB
Tanaman Andalan yang Banyak Diminati, Kacang Hijau Duduki Peringkat ke Dua Ekspor
Kacang hijau. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kini kacang hijau merupakan salah satu komoditas andalan tanaman pangan yang banyak diminati oleh beberapa negara. Berdasarkan data volume ekspor 2014 sampai dengan Juni 2019, kacang hijau menduduki peringkat kedua (19,82 persen) setelah ekspor jagung (63,34 persen).

Menurut Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang, Trustinah, hampir di setiap provinsi di Indonesia tanaman kacang hijau. Tanaman ini dibudidayakan dengan varietas yang dikembangkan cukup beragam. Hasil produksi rata-rata hanya untuk memenuhi kebutuhan pada provinsi masing-masing dan belum ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

“Kacang hijau dengan warna biji hijau kusam sangat diminati oleh pasar ekspor, varietas Vima 1 adalah salah satu varietas yang diminati oleh pasar, namun produktivitasnya masih cukup rendah hanya 1,76 ton per hektare,” ujar Trustinah.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada empat provinsi yang memiliki luas panen kacang hijau cukup besar di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Selawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Varietas yang dominan ditanam antara lain Murai, Kutilang, Vima-1, Vima-2, dan Vima-3.

Senada dengan Trustinah, Kepala Balitkabi Yuliantoro Baliadi menyampaikan, Balitkabi sudah melepas varietas-varietas yang lebih unggul dari Vima 1 dan berharap petani mau beralih ke varietas unggul baru. Varietas yang telah dirilis terlebih dahulu produksinya kurang dari 2 ton per hektare, sedangkan varietas unggul baru produksinya diatas 2 ton per hektar.

“Kacang hijau varietas Vima 5 dengan produktivitas lebih tinggi dari varietas Vima 1 dan memiliki kriteria warna biji hijau kusam, varietas Vima 5 produktivitas dapat mencapai 2,34 ton per hektar, dengan peningkatan produktivitas tersebut otomatis pendapatan petani juga akan meningkat,” ujar Yuliantoro. 

Periode Januari hingga Agustus 2018, Filipina dan Cina merupakan negara tujuan utama ekspor kacang hijau disamping Taiwan. Ekspor pada ketiga negara tersebut jumlahnya mencapai lebih dari 90 persen dari total ekspor sebesar 11.652 ton.

Pada 2019 data BPS periode Januari – Juni menyebut, negara tujuan ekspor kacang hijau terus bertambah diantaranya ke Jepang, Hongkong, Cina, Taiwan, Vietnam, Singapura, Philipina dan Timor Leste. Jumlah ekspor kacang hijau ke negara-negara tersebut sebanyak 3.400 ton dengan nilai Rp42 miliar.

Selain itu, Mesir juga tertarik pada kacang hijau dari Indonesia. Dengan tren permintaan ekspor kacang hijau yang terus meningkat hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Puslitbangtan/Balitkabi untuk terus berinovasi menghasilkan varietas unggul baru sesuai kebutuhan pasar dengan produktivitas yang lebih tinggi.

Sumber: UJE/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID