Tak Peduli Kasus Novel, Demokrat Sebut Jokowi Tak Punya Upaya Berantas Korupsi - RILIS.ID
Tak Peduli Kasus Novel, Demokrat Sebut Jokowi Tak Punya Upaya Berantas Korupsi
Nailin In Saroh
Rabu | 17/06/2020 21.02 WIB
Tak Peduli Kasus Novel, Demokrat Sebut Jokowi Tak Punya Upaya Berantas Korupsi
Presiden Joko Widodo. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Benny Kabur Harman, mengkritik jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut hukuman satu tahun penjara terhadap dua terdakwa penyiram wajah penyidik senior KPK Novel Baswedan. 

Menurutnya, tuntutan jaksa yang sangat rendah terkesan kejaksaan memaksakan diri untuk menghadapkan kedua terdakwa ke meja hijau. Terlebih, alasan ketidaksengajaan menyiramkan air keras menjadi dasar hukuman tersebut. 

Benny mengingatkan, bahwa jaksa merupakan perangkat penegak hukum yang dimiliki presiden. Artinya kata dia, secara tidak langsung, tuntutan tersebut memberi kesan bahwa Presiden Jokowi tidak menaruh perhatian besar terhadap upaya penegakkan hukum.

“Rendahnya tuntutan ini mengesankan presiden tidak punya peduli dengan kasus Novel Baswedan. Kasus yang dihadapi Novel adalah kejahatan besar, mengancam nyawa manusia dan secara fisik sudah ada kerusakan,” ujar Benny dalam keterangan yang diterima, Rabu (17/6/2020).

Benny menilai, Jokowi menganggap kasus yang menimpa Novel hanya kasus kriminal biasa. Padahal kasus ini menurutnya, adalah kasus kriminal besar dengan tujuan menghambat agenda pemberantasan korupsi sebagai kejahatan kemanusiaan yang luar biasa.

Benny pun beranggapan, Presiden Jokowi tidak memiliki upaya untuk melakukan pemberantasan korupsi dan justru membiarkan hukum tidak berpihak pada penegak hukum.

“Presiden Jokowi tidak punya political will untuk memberantas korupsi, melindungi para penegak hukum antikorupsi. Membiarkan penyidik KPK dibunuh secara keji seperti ini adalah sebuah kejahatan demokrasi,” cetus politisi Demokrat itu.

Legislator asal NTT ini berharap, agar kedepan keadilan dapat melingkupi semua pihak dengan tidak pandang bulu pada siapapun. Apalagi diduga bahwa terdakwa penyiraman air keras kepada Novel bukan lah pelaku sebenarnya. 

“(Padahal) bukan orang ini pelaku yang sebenarnya, pelaku sebenarnya disembunyikan!” tegas Benny. 

Karenanya, menurut Benny, Presiden Jokowi harus segera memerintahkan jaksa maupun polisi untuk menangkap aktor dan dalang sesungguhnya di balik kasus Novel Baswedan.

"Melepaskan orang ini jika dia bukan pelakunya atau karena dipaksakan, kemudian perintahkan jaksa dan polisi untuk mencari pelaku sesungguhnya. Lalu perintahkan jaksa dan penyidik Polri untuk hadirkan aktor intelektualnya. Jika tidak, yang terjadi adalah peradilan sesat!” pungkasnya. 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID