Ssstt... Jangan Coba-coba Berkompromi dengan Menteri Amran - RILIS.ID
Ssstt... Jangan Coba-coba Berkompromi dengan Menteri Amran

Selasa | 25/07/2017 21.32 WIB
Ssstt... Jangan Coba-coba Berkompromi dengan Menteri Amran
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Penggerebekan gudang beras milik PT Indo Beras Unggul (IBU) oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/7/2017), merupakan wujud komitmen dan konsistensi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap mafia dan kartel pangan.

"Kalau untuk urusan mafia, wah...jangan coba kompromi, habis disikat," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian (Kementan), Marihot H Panggabean, di kantornya, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Marihot menerangkan, Menteri Amran tegas terhadap mafia dan kartel, karena mengganggu cita-cita yang telah dicanangkannya, Lumbung Pangan Dunia 2045. Mereka pun merugikan petani dan konsumen.

"Pak Menteri tetap hadir di tengah petani, beliau ingin menyejahterakan petani, pedagang tetap untung, dan konsumen tersenyum. Itu tujuan Pak Menteri sesuai amanat Presiden Jokowi," bebernya.

Karenanya, Marihot menampik tudingan Anggota Komisi IV DPR RI asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Andi Akmal Pasluddin, bila Menteri Amran saat rapat kerja di Senayan, Senin (24/7/2017), menyampaikan permohonan maaf terhadap PKS terkait penggerebekan tersebut.

"Ini bukan urusan partai, ini murni kasus hukum. Sehingga, tidak ada kaitannya dengan politik, apalagi PKS," tegas Marihot.

Apalagi, pada kesempatan raker tersebut, ungkapnya, Andi Akmal cuma menyampaikan hasil rekomendasi fraksinya agar diterima pemerintah dan ditindaklanjuti Kementan dan Polri.

Sebelumnya, Andi Akmal, mengklaim Menteri Amran menyampaikan permohonan maaf kepada PKS terkait penggerebekan gudang beras PT IBU, anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food.

Pernyataan tersebut dilontarkan, kata dia, ketika dirinya meminta Menteri Amran menjelaskan dan mempertanggungjawabkan tindakan pemerintah yang mengaitkan polemik PT IBU dengan PKS.

Sekadar diketahui, politisi PKS, Anton Apriyantono, menjabat Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT TPS Food. Dia juga mantan Menteri Pertanian era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Namun, Menteri mengelak dan meminta maaf, karena tidak bermaksud menghubungkan dengan PKS. Menteri berdalih, ini murni kasus hukum dan ada pihak-pihak tertentu menggoreng dan mengaitkan dengan PKS," dalih Andi Akmal melalui siaran pers, Selasa pagi.


Tags
#Andi Amran Sulaiman
#Kementerian Pertanian
#PT IBU
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID