Sri Mulyani Ungkap Cara Pemerintah Kejar Pemulihan Perekonomian Kuartal III dan IV - RILIS.ID
Sri Mulyani Ungkap Cara Pemerintah Kejar Pemulihan Perekonomian Kuartal III dan IV
Elvi R
Senin | 22/06/2020 15.00 WIB
Sri Mulyani Ungkap Cara Pemerintah Kejar Pemulihan Perekonomian Kuartal III dan IV
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta – Pemerintah masih mengejar pemulihan ekonomi Indonesia akibat dampak pandemi COVID-19 pada kuartal III dan IV 2020. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perekonomian pada kuartal I dan II dipastikan terjadi kontraksi sangat dalam, oleh karenanya kuartal III dan IV tahun ini pemerintah berusaha sangat keras melakukan pemulihan.

“Sekarang fokus dari pemerintah adalah mengejar agar kuartal III dan IV ekonominya bisa kembali pulih dari situasi kontraksi pada kuartal II,” kata Sri Mulyani dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Sri Mulyani menjelaskan, kontraksi paling dalam akan terjadi pada kuartal II mengingat April dan Mei merupakan masa-masa gencar diterapkannya PSBB. Keadaan itu akhirnya mampu menekan hampir seluruh aktivitas perekonomian.

“Kondisi April dan Mei yang sangat menekan itu merupakan kondisi terburuk sehingga Juni dan Juli kita sudah bisa melihat adanya sedikit perbaikan dan momentumnya bisa dijaga di kuartal III dan IV,” ungkap Sri Mulyani.

Dia memastikan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia akan menggunakan instrumen kebijakan fiskal dan moneter secara baik dalam rangka merealisasikan pemulihan ekonomi nasional pada kuartal III dan IV.

“Ini menjadi fokus pemerintah dalam menggunakan instrumen kebijakannya dan Gubernur BI akan terus mengawal agar momentum pemulihan di kuartal III dan IV bisa terealisasi,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 dari -0,4-2,3 persen menjadi -0,4-1 persen. Revisi tersebut seiring dengan proyeksi terbaru lembaga-lembaga keuangan dunia.

“Ini karena tadi upper end nya 2,3 persen kita revisi ke bawah dengan melihat kontraksi yang terjadi di kuartal II,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, World Bank pun memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka nol persen, OECD terkontraksi 2,8 persen hingga 3,9 persen, serta ADB negatif 1 persen yang tadinya tumbuh di atas 2 persen.

“IMF pada April lalu menyampaikan Indonesia hanya akan tumbuh 0,5 persen dan tahun depan di atas 8 persen. Tapi IMF akan melakukan revisi pada Juli nanti,” katanya.

Untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021, lanjutnya, pemerintah memprediksikan berada di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.

“Ini (proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021) bisa diharapkan menimbulkan confidence bagi kita,” ujarnya, dilansir dari Antara, Senin.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID