logo rilis
Sri Mulyani: Lelang Jadi Alternatif Transaksi Baru
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Februari 2018, 14:08 WIB
Sri Mulyani: Lelang Jadi Alternatif Transaksi Baru
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mendukung acara Lelang Sukarela sejumlah koleksi pribadi milik beberapa pejabat Negara yang digelar Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Menurutnya, lelang tersebut bisa menjadi salah satu alternatif transaksi dan budaya baru di Indonesia.

"Benda yang dilelang ada sertifikatnya. Tentunya ini merupakan bentuk apresiasi terhadap memori, itu menggambarkan masyarakat Indonesia menghargai, tidak hanya sekadar bendanya, tapi menjelaskan konteks siapa pemiliknya dan ceritanya," ujar Sri Mulyani saat acara lelang sukarela di Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Menkeu Ani, sapaannya, menegaskan, dalam proses lelang, sertifikasi, tata kelola menjadi hal yang sangat penting. Prosesnya pun harus dilakukan secara transparan.

"Tidak melakukan manipulasi dari harganya, hal seperti ini menggambarkan suatu persepsi dan image mengenai, apakah negara mempunyai mekanisme yang dipercaya masyarakat. Sehingga, suksesnya lelang mencerminkan reputasi negara dan ini perjuangan yang terus kita perbaiki di RI. Ini nation building dari sisi institutisional dan tata kelola," terangnya.

Ani menyebutkan, mekanisme lelang bisa membantu keuangan perbankan saat mereka harus melepas aset. "Sebetulnya bisa membantu, kalau perbankan dalam situasi di mana mereka harus melakukan pelepasan aset yang macet, dilakukan lah pelelangan. Ini agar neraca perbankan tetap sehat dan proses penggunaan mekanisme lelang dianggap transparan dan maksimal," jelasnya.

Sebagai informasi, prosesi Lelang Sukarela telah dimulai dengan Aanwijzing (tahap tender) yang digelar Selasa (27/2) di Gedung Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.

Lelang Sukarela kali ini menjual koleksi pribadi Wakil Presiden RI M.Jusuf Kalla dan Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla serta koleksi pribadi milik beberapa Menteri Kabinet Kerja 2014-2019. Diantaranya milik Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Luar Negeri Retno Lestari, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, dan Menteri Perhubungan Budi Karya.

Selain koleksi pribadi Wapres dan beberapa Menteri, ada juga koleksi pribadi milik para pejabat eselon I Kementerian Keuangan, yakni Sekjen Kementerian Keuangan Hadiyanto, Dirjen Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata, Dirjen Pajak Robert Pakpahan, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, Dirjen Perbendaharaan Man/vanto Harjowiryono, Dirjen Perimbangan Keuangan Boediarso Teguh W., dan Dirjen PPR Luky Alfirman. Terdapat juga koleksi pribadi Direktur Lelang Lukman Effendi, Dirut PT. BNI (Persero) Tbk. Achmad Baiquni, Dirut PT. BRI Tbk. Suprajarto.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID