logo rilis
Social dan Physical Distancing untuk Penangan Pandemi COVID-19 dalam Perspektif Geografi
Kontributor
RILIS.ID
07 Mei 2020, 15:00 WIB
Social dan Physical Distancing untuk Penangan Pandemi COVID-19 dalam Perspektif Geografi

Oleh : Dr. Cahyadi Setiawan, M.Si.

Dosen Geografi FIS UNJ, Ketua Pelaksana Satlak UNJ Peduli, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, dan Koordinator Wilayah DKI Jakarta Ikatan Geograf Indonesia.

DALAM memahami suatu fenomena geosfer dalam perspektif geografi, tentunya tidak lepas dari pendekatan yang digunakan sebagai ciri sebuah ilmu. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menjelaskan penyebaran COVID-19 adalah pendekatan keruangan. Teori yang cocok untuk mendukung terhadap pendekatan keruangan ini adalah teori difusi ekspansi (expansion diffusion). Kasus COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Cina dan terus menyebar ke berbagai penjuru dunia. Difusi ekspansi COVID-19 dari Wuhan ke daerah lain ini melalui interaksi sosial dan juga mobilitas penduduk dari tempat satu ke tempat lainnya. Mengingat kasus COVID-19 ini menyebar begitu cepat dan meluas ke wilayah lain di berbagai negara, maka kemudian dinyatakan menjadi penyakit pandemi.

Pandemi COVID-19 di Indonesia berawal dari ditemukannya kasus di awal Maret yang lalu yang tentunya ada kaitannya dengan kasus yang terjadi di negara lain. Hingga 6 Mei 2020, telah terkonfirmasi 12.438 kasus positif COVID-19 dengan 2.317 kasus sembuh dan 895 kasus meninggal. Lebih dari 26.932 orang dinyatakan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan lebih dari 240.726 orang dinyatakan menjadi orang dalam pemantauan (ODP). Pada saat ini kita mengenal istilah social distancing dan physical distancing dalam mempercepat penanganan COVID-19. Kedua istilah ini memiliki tujuan yang sama meskipun memiliki perbedaan makna, yaitu untuk menghindari penyebaran virus corona lebih luas lagi. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah orang tertular atau menularkan COVID-19.

Istilah social distancing lebih dulu muncul daripada physical distancing dan sempat populer serta menjadi trending topic di media sosial. Social distancing merupakan tindakan non farmasi untuk menghambat laju penyebaran COVID-19, yang meliputi: menjaga jarak antar manusia, menghindari kumpul-kumpul, dan pertemuan dengan banyak orang. Segala aktivitas seperti bekerja, kuliah, dan sekolah mulai dibatasi. Setelah itu muncul istilah work from home (WFH) yaitu melakukan segala pekerjaan dari rumah untuk mengurangi interaksi secara langsung dengan orang lain. Tidak lama kemudian World Health Organization (WHO) mengganti istilah social distancing menjadi physical distancing. Sejalan dengan hal ini, perubahan inipun juga disetujui pemerintah untuk diberlakukan di Indonesia. Adapun yang dimaksud dengan physical distancing di sini lebih menekankan pada menjaga jarak aman dengan orang lain, termasuk untuk mengindari berjabat tangan.

Orang akan mempersepsikan ruang di sekitarnya lengkap dengan isinya. Jika isi ruang itu adalah manusia, maka kualitas hubungan tergantung dari jarak personalnya. Ada keterkaitan antara social distancing dan daerah teritorial, yaitu setiap social distancing memiliki teritorinya sendiri. Teritori seseorang ini berkaitan dengan physical distancing orang tersebut dengan orang lain. Physical distancing yang dimaksud dalam hal ini adalah menjaga jarak fisik dengan orang lain minimal 2 meter. Pandemi COVID-19 ini akan cepat teratasi apabila masing-masing orang secara sosial memiliki hubungan yang erat meskipun secara fisik ada jarak. Setiap orang masih dapat terhubung dengan orang lain melalui berbagai media sosial dan sarana telekomunikasi, dengan demikian tidak perlu merasa terkungkung dengan situasi ini. Adanya keeratan hubungan sosial ini ditandai dengan munculnya berbagai aksi kepedulian sosial penggalangan bantuan terkait COVID-19. Penggalangan bantuan di antaranya dapat disalurkan melalui BNPB, PMI, LSM, rumah sakit, atau langsung kepada masyarakat yang terdampak dengan kebijakan penanganan COVID-19 ini.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID