Soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Komentar Jimly Asshiddiqie - RILIS.ID
Soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Komentar Jimly Asshiddiqie
Sukma Alam
Jumat | 26/10/2018 09.34 WIB
Soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Komentar Jimly Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, aksi pembakaran bendera oleh Banser NU dengan alasan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membuktikan bahwa budaya politik belum matang.

"Tidak usah terlalu dipandang serius. Itu kan bagian dari budaya politik kita yang belum matang," kata Jimly dalam siaran persnya, Jumat (26/10/2018).

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, perdebatan soal bendera yang dibakar itu terkait ormas tertentu atau tidak juga tidak tepat.

"Bukan itu masalahnya, ini kan punya makna simbolik. Sama saja kayak misalnya palu arit, apakah otomatis sama dengan PKI? Ya sudah, zaman kayak begini masih tersinggung dengan palu arit. Jadi, ini soal kedewasaan politik kita yang belum matang," katanya.

Menurut dia, HTI sudah dibubarkan, organisasinya sudah dinyatakan terlarang, tapi orangnya tidak boleh dipersekusi sebagaimana dulu dialami bekas anggota PKI. Bekas anggota HTI juga tidak boleh dikriminalisasi.

"Itu bukan budaya kita, harus dihentikan kebiasaan seperti itu," kata Jimly.

Sementara, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta semua pihak bahwa aksi pembakaran bendera Tauhid tidak diperlebar kemana-mana. Ia berharap pembakaran bendera itu tak terulang kembali.

"Selesaikan masalah ini dengan proporsional. Permintaan maaf sudah disampaikan, hendaknya jangan diperuncing, memperlebar ke tempat-tempat lain. Jangan diulangi hal-hal yang membuat kegaduhan semacam ini," kata Hidayat dikutip Antara.

Hidayat berharap umat Islam dalam menghadapi kasus ini bersikap proporsional dan tidak membiarkan menjadi konflik yang bisa membelah unat Islam karena adanya konflik antar kelompok yang satu dengan yang lainnya.

"Ini harus kita dihindari, apalagi ada pihak yang menunggangi untuk pengalihan isu, misalnya Meikarta, data pemilihan umum atau apapun," kata politisi PKS ini.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID