Soal Novel Baswedan, Komnas HAM Akan Surati KPK - RILIS.ID
Soal Novel Baswedan, Komnas HAM Akan Surati KPK
Elvi R
Selasa | 10/12/2019 19.30 WIB
Soal Novel Baswedan, Komnas HAM Akan Surati KPK
Novel Baswedan. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Sampai dengan saat ini, Polri belum mengungkap pelemparan cairan kimia ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan kasus tersebut dituntaskan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Ahmad Taufan Damanik menilai perlu lembaga antirasuah ikut melakukan penyelidikan pelemparan cairan kimia ke Novel Baswedan. Hal ini karena belum ada titik terang mengenai kasus tersebut.

Damanik menilai, kasus Novel Baswedan bisa dikategorikan ‎obstruction of justice atau tindakan menghalangi proses penyidikan terhadap kasus-kasus korupsi yang ditangani Novel. Sehingga KPK bisa melakukan penyelidikan dengan UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Jadi sebenarnya KPK bisa menggunakan UU Tipikor untuk juga ikut melakukan penyidikan," ujar Damanik di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Damanik mengatakan, Komnas HAM pernah melakukan rekomendasi kepada Polri. Untuk melakukan penyidikan lebih intensif. Bahkan Komnas HAM juga memberikan rekomendasi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Damanik, rekomendasi Komnas HAM adalah supaya Presiden Jokowi mengawasi Polri dalam melakukan penyelidikan terhadap pel‎emparan cairan kimia ke Novel Baswedan. Sehingga tidak jalan di tempat.

"Kepada Presiden untuk mengawasi Kapolri. Jadi ada tugas Presiden dan ada tugas Kapolri juga," katanya.

Lebih lanjut Damanik berujar, dalam waktu dekat Komnas HAM akan memberikan surat ‎kepada pimpinan KPK. Untuk bisa melakukan penyelidikan. Sehingga penyelidikan jangan hanya dilakukan oleh Polri saja.

"Jadi tidak bisa polisi saja. Karena ini bukan tindak pidana kurupsi'. Tapi kami sudah nyatakan ini obstruction of justice," ungkapnya.

Sekadar informasi, ‎pada 11 April 2017 silam, tepatnya pada subuh, Novel Baswedan tiba-tiba disiram cairan kimia oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor.‎ Saat itu Novel sedang berjalan menuju rumahnya setelah menjalankan shalat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Cairan itu tepat mengenai wajah Novel. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak. Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tak bisa melihat jelas pelaku penyerangannya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID