logo rilis
Sistem Perusahaan Kredit Terbesar Dibobol, Data Warga AS dalam Resiko
Kontributor

02 Maret 2018, 18:51 WIB
Sistem Perusahaan Kredit Terbesar Dibobol, Data Warga AS dalam Resiko
Ilustrasi peretas. FOTO: Pixabay

RILIS.ID, New York— Perusahaan pelaporan kredit terbesar di Amerika Serikat (AS) Equifax mengumumkan, informasi milik 2,4 juta pelanggannya kembali dibobol oleh serangan siber.

Perusahaan pengawas kredit tersebut juga menyatakan, pada tahun lalu juga terjadi pembobolan yang menyebabkan angka jaminan sosial dan data  milik 143 juta warga AS terekspos.

Seperti dalam pernyataan dari perusahaan tersebut, pada periode Mei-Juli tahun lalu, informasi dari sekitar 145,5 juta orang di AS dapat diakses oleh peretas.

Dalam pernyataan itu disebut, kini data milik 2,4 juta nasabah Equifax telah dibobol disebabkan diretasnya jaringan sistem komputer perusahaan itu.

Disebutkan pula, pembobol berhasil mengakses nama-nama dari 2,4 juta nasabahnya dan sebagian laporan kredit. Namun, para hacker belum dapat mengakses alamat rumah para nasabah.

Perusahaan menyatakan akan menghubungi para nasabah yang datanya terakses dalam serangan tersebut. 

Perusahaan juga menyampaikan akan memberikan layanan perlindungan terkait kasus pencurian identitas tersebut.

Para pengamat mengatakan, akibat peretasan tersebut data pribadi satu dari dua orang di AS berada dalam risiko. 

Sumber: Anadolu Agency




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID