logo rilis
Singapura Longgarkan Pembatasan Sosial Mulai 1 Juni, Begini Aturannya
Kontributor
Nailin In Saroh
19 Mei 2020, 23:00 WIB
Singapura Longgarkan Pembatasan Sosial Mulai 1 Juni, Begini Aturannya
Singapura. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Singapura akan melonggarkan pembatasan secara bertahap dalam tiga tahap terhitung mulai 1 Juni 2020.  Singapura melakukan pelonggaran karena ingin melanjutkan roda perekonomian setelah hampir dua bulan terkungkung wabah COVID-19. 

Seperti dilansir channelnewsasia.com  Selasa (19/5/2020), pemerintah akan memberlakukan pelonggaran itu secara bertahap. Tahap pertama diberikan kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan dan Industri.

Selain itu kelonggaran diberikan kepada perusahaan manufaktur dengan berpedoman pada pembatasan jarak. "Mereka yang telah bekerja dari rumah sejauh ini harus terus melakukannya, dan karyawan harus pergi ke kantor hanya jika diperlukan," kata pejabat Kementerian Kesehatan Singapura.

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong, berbicara pada konferensi pers gugus tugas multi-kementerian COVID-19, mengatakan bahwa keputusan itu dibuat karena mulai berkurang laju kasus COVID-19 dan mulai stabil kondisi di asrama tenaga kerja.

Penata rambut dan tukang cukur akan diizinkan untuk melanjutkan semua layanan, di luar layanan potong rambut dasar.

Semua bisnis berbasis rumah yang beroperasi menggunakan model pengiriman atau pengumpulan juga akan diizinkan untuk melanjutkan.

Pihak berwenang Singapura menyebutkan, bisnis yang dapat melanjutkan operasi mulai 2 Juni tidak perlu mengajukan pengecualian, tetapi harus menyerahkan rincian tenaga kerja mereka melalui portal GoBusiness dalam waktu dua minggu sejak tanggal dimulainya kembali operasi.

Layanan lain yang dapat dilanjutkan termasuk servis kendaraan bermotor, servis AC, percetakan, layanan hewan peliharaan dasar, toko buku sekolah, dan toko eceran yang menjual seragam sekolah.

Namun, sebagian besar gerai ritel dan layanan pribadi lainnya tidak akan dibuka kembali di Fase pertama. Sesangkan makan di gerai makanan dan minuman akan terus dilarang. Fasilitas olahraga dan rekreasi juga akan tetap ditutup.

“Setiap orang harus terus meninggalkan rumah hanya untuk kegiatan penting, dan harus mengenakan topeng saat melakukannya. Karena manula adalah kelompok yang sangat rentan, mereka harus terus tinggal di rumah sebanyak mungkin, ”kata pihak berwenang.

Kemudian, Setiap rumah tangga akan diizinkan untuk mengunjungi orang tua atau kakek-nenek mereka, suatu langkah yang akan memungkinkan keluarga untuk menghabiskan waktu dan memberikan dukungan satu sama lain.

“Setiap rumah tangga penerima harus membatasi kunjungan hanya satu per hari, dan tidak lebih dari dua orang yang harus berasal dari rumah tangga tamu yang sama,” kata Kim Yong. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID