logo rilis
Sindir soal Ibu Kota di Tengah Isu Corona, Fadli Zon Sebut Jokowi 'Sayang' Ahok
Kontributor
Nailin In Saroh
05 Maret 2020, 21:30 WIB
Sindir soal Ibu Kota di Tengah Isu Corona, Fadli Zon Sebut Jokowi 'Sayang' Ahok
Presiden Joko Widodo dan Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero). FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, menyindir Presiden Joko Widodo yang menyebut nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk dalam kandidat kepala Badan Otorita ibu kota negara (IKN). Menurutnya, Jokowi nampak 'sayang sekali'  terhadap mantan wakilnya dulu saat ia menjadi gubernur DKI Jakarta. 

“Luar biasa, Pak Jokowi ini memang percaya dan sayang pada Ahok,” sindir Fadli Zon dalam akun Twitternya, Kamis (5/3/2020).

Fadli juga mengkritik sikap pemerintah yang 'sibuk sendiri' menangani persoalan pemindahan ibu kota. Pasalnya, saat masyarakat tengah panik dan khawatir soal virus corona yang merebak di Tanah Air, Jokowi malah fokus pindah ibu kota. Padahal, penanganan virus corona adalah yang paling prioritas sekarang ini. 

“Dalam situasi ekonomi kacau dan virus corona, ibukota baru bukanlah prioritas. Sama sekali bukan prioritas,” tegas Ketua BKSAP DPR ini.

Fadli pun menyarankan agar Presiden Jokowi menyerahkan urusan pemindahan ibu kota dipemerintahan selanjutnya. Sebab lebih baik, presiden petahana itu menuntaskan janji kampanyenya yang bertambah banyak.

“Serahkan saja urusan ibu kota baru pada Presiden baru 2024. Sekarang tunaikan janji-janji kampanye 2019 yang begitu banyak," pungkasnya. 

Diketahui, ditengah maraknya penyebaran virus corona di Tanah Air, isu pemimpin ibu kota baru atau Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) juga santer dibicarakan publik. Terlebih, nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok digadang menjadi salah satu kandidat pemimpin ibu kota baru di Kalimantan Timur. 

Presiden Joko Widodo pun telah membenarkan, Komisaris Utama PT Pertamina itu masuk dalam kandidat pemimpin IKN baru nanti. Selain Ahok, Jokowi juga menyebutkan tiga nama lainnya yang masuk dalam kandidat untuk menempati posisi tersebut.

Diantaranya, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana. 

“Yang namanya kandidat kan banyak, satu Pak Bambang Brojonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiono, empat Pak Azwar Anas,” kata Jokowi. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID