logo rilis
Seorang Ibu Digugat Anak Kandungnya Hanya Gara-gara Warisan
Kontributor

21 Februari 2018, 13:36 WIB
Seorang Ibu Digugat Anak Kandungnya Hanya Gara-gara Warisan
Nenek Cicih (78), warga Jalan Embah Jaksa RT 01/01 Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Bandung— Tergugat kasus perdata, Cicih menyayangkan dengan sikap keempat anaknya yang tega menggugat ke ranah hukum. Hal itu lantara Cicih menjual lahan 84 meter persegi di jalan Embah Jaksa nomor 19 RT 01/01 Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru Kota Bandung.

Padahal, empat anaknya itu sudah mendapatkan hak waris pada 1990 dari ayah almarhum S.Udin pada 1990 mulai dari mendapatkan aset lahan hingga sawah.

Baca Juga

"Saat masih ada dia sudah bagi itu sekitar 1990. Enggak pernah ngasih uang, kalau sakit enggak pernah nengok, tapi kan harus tetap hidup, rumah ini sebagian dijual," ujar penasehat hukum Cicih, Agus Sihombing di Bandung, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, yang harus dipermasalahkan yaitu perhatian keempat anaknya selama hak waris diberikan almarhum. Lanjut Agus, lahan yang dijual terpaksa dilakukan karena untuk biaya hidup tergugat. Bahkan, sejak tahun 2000, empat penggugat itu dianggap tidak pernah memberikan perhatian yang diketahui hidup sendirian.

"Menyayangkan, anak menggugat ibu kandung karena menjual sebagian rumah karena butuh biaya hidup. Artinya, kalau ibu kita salah ngapain digugat? Kaya kita sebagai anak enggak punya salah saja sama ibu," katanya.

"Saya sudah coba damaikan, tapi tidak ada titik temu. Kalau dia ingin dianggap anak, sapa dong, sayangi dong. Saya undang untuk perdamaian di rumah, empat-empatnya enggak datang. Padahal dia (empat penggugat) yang minta," tambahnya.

Sebelumnya, empat anak menggugat ibu kandungnya atas masalah kepemilikan hak waris bangunan. Si ibu yang bernama bernama Cicih digugat perdata senilai Rp1,6 miliar.

Keempat anak itu mendaftarkan gugatan mereka kepada Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 20 Februari 2018. Para penggugat yaitu, Ai Sukawati, Dede Rohayati, Aji Rusbandi, dan Ai Komariah.

Mereka menggugat karena Cicih menjual sebagian lahan yang diwariskan oleh almarhum suaminya S Udin kepada anak-anaknya seluas 84 meter persegi di Jalan Embah Jaksa, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Ai Sukawati dan ketiga saudaranya sebagai ahli waris mengaku tak mengetahui ihwal penjualan lahan. Belakangan baru diketahui bahwa lahan yang sebelumnya disewakan itu telah dijual pada tahun 2016.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID