logo rilis
Sempat Dikeluhkan Pelanggan, Layanan Internet First Media Kembali Normal
Kontributor
RILIS.ID
07 April 2021, 20:40 WIB
Sempat Dikeluhkan Pelanggan, Layanan Internet First Media Kembali Normal
FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Jakarta— Layanan internet First Media telah kembali normal setelah dikeluhkan pelanggan hingga menjadi trending topic di Twitter, pada Senin (5/4/2021) lalu.

Baca: Pelanggan Keluhkan Internet Lemot, First Media Jadi Trending Topic di Twitter

Edward Sanusi, Chief of Technology & Product Officer PT Link Net Tbk mengungkapkan, gangguan yang dialami pelanggan disebabkan faktor eksternal.

Dampak tersebut juga dialami seluruh provider pengguna Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta-Bangka-Batam-Singapura (SKKL B2JS) dan Jakarta-Kalimantan-Batam-Singapura (SKKL Jakabare).

"Kami sangat menyayangkan hal ini, namun kami juga bersyukur upaya cepat yang kami lakukan untuk mengatasi dampak gangguan berhasil, sehingga layanan sudah berangsur pulih seratus persen," kata Edward dalam siaran persnya yang diterima Rilis.id, Rabu (7/4/2021).

PT Link Net Tbk dengan brand First Media secara sigap dan proaktif melakukan upaya pemulihan cepat dengan cara menambahkan kapasitas bandwidth darurat sebesar 200Gbps demi kenyamanan seluruh pelanggan setia First Media.

Kurang dari 1x24 jam, tepatnya sejak Senin (5/4/2021) pukul 15.00 WIB hingga Selasa (6/4/2021) dini hari pukul 03.00 WIB, First Media telah berhasil memulihkan layanan.

"Kini seluruh pelanggan kami, baik segmen Residential dan Enterprise sudah dapat menikmati layanan internet kami dengan normal kembali,” lanjut Edward.

Edward menambahkan bahwa pada saat Link Net menerima informasi mengenai gangguan yang dialami SKKL B2JS pada 1 April lalu dan akan mulai tersambung pada 15 April 2021.

Saat itu, kata Edward, Link Net masih sanggup untuk memenuhi kapasitas yang dibutuhkan karena masih ada dua SKKL yang stand by dengan kapasitas penuh.

"Namun disayangkan, gangguan juga terjadi di SKKL lainnya yaitu SKKL Jakabare yang mengalami down akibat amblasnya tanah di daerah Changi, sehingga Link Net langsung menambahkan kapasitas (emergency bandwidth) sebesar 200Gbps dari satu SKKL lain yang koneksinya masih aktif, tanpa menunggu pemulihan dari 2 SKKL yang sedang terganggu," ujarnya.

Sebagai perusahaan penyedia layanan TV kabel dan Fixed Broadband Internet, PT Link Net Tbk menggunakan tiga sistem kabel bawah laut ke Singapura yaitu SKKL Jakabare milik PT Indosat Tbk, SKKLB2JS yang dioperasikan oleh PT Ketrosden Triasmitra, dan satu backup dari SKKL lain.

Sementara itu, Pakar krisis manajemen Firsan Nova menyampaikan setiap perusahaan penting untuk mampu mengelola risiko guna menghindari krisis.

Menurut dia, Link Net dalam hal ini berhasil memitigasi risikonya. Selanjutnya juga sangat penting adalah identifikasi dan mengantisipasi potensi risiko agar semua risiko bisa dikelola dengan baik.

"Di sini saya melihat Link Net memiliki kemampuan dalam mengatasi krisis ini, kurang dari 1x24 jam masalah gangguan kabel laut ini bisa diselesaikan. Hal ini penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan dan stakeholders,” pungkas Firsan.

Penggunaan tiga SKKL ini adalah bagian dari Business Contingency Plan Link Net yang selalu disiapkan setiap tahunnya dengan tujuan agar dapat terus memberikan layanan internet yang optimal dan berkualitas bagi pelanggan, baik pelanggan residensial maupun enterprise. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID