Semangat Panen Raya, Petani Sumut: Tetap di Rumah, Kami Tetap Panen untuk Anda - RILIS.ID
Semangat Panen Raya, Petani Sumut: Tetap di Rumah, Kami Tetap Panen untuk Anda
Elvi R
Rabu | 01/04/2020 16.30 WIB
Semangat Panen Raya, Petani Sumut: Tetap di Rumah, Kami Tetap Panen untuk Anda
Panen raya Sumatera Utara. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta – Pagi belum beranjak naik dan matahari belum juga muncul saat para petani di daerah Sumatera Utara menuju sawah. Di kala wabah virus corona (COVID-19) mereka tetap keluar rumah untuk panen raya. Panen raya tahun ini akan dimulai, hasil kerja keras selama 4 bulan terakhir siap untuk dipetik demi mencukupi kebutuhan pribadi dan pasokan beras rakyat.

"Anda tetap di rumah, kami tetap panen untuk anda”, kelakar para petani sambil mengemasi hasil panennya.

Adalah mereka petani-petani dari Desa Sei Beras Sekata Kecamatan Sunggal dan Desa Sukaraya Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Di tengah hamparan padi yang menguning, mesin combain harvester, treser dan gepyok sudah berada di tengah sawah untuk merontokkan bulir-bulir padi dari tangkainya. Regu panen dengan sigap memindahkan bulir padi ke karung dan mengangkat ke pematang sawah selanjutnya di bawa oleh truk ke penggilingan. Hasil panen rata-rata dengan produktivitas saat ini 6-7,5 too per hektare. Varietas padi yang digunakan beragam dari Ciherang, Mekongga, inpari 32 dan inpari 43.

Disela-sela panen itu, mereka berharap, bantuan pupuk dan saprodi lain dari pemerintah dapat terus disediakan dan didistribusikan sesuai dengan jadwal. Sehingga dapat membantu petani dalam menyediakan pangan bagi masyarakat. 

Memang, upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengamankan ketersediaan pangan nasional pada kondisi wabah Virus Covid-19 saat ini sangat serius. Keterbatasan komunikasi tidak menghambat koordinasi dilingkungan Kementan. Komunikasi antara direktorat jenderal dan juga Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) juga terus terjaga. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus memantau kondisi lapangan melalui Agriculture War Room (AWR) Kementan. Ini dilakukan karena ketersediaan pangan menjadi hal yang penting untuk mendukung kesehatan masyarakat. Bagi Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si pun tetap tersedianya bahan pangan merupakan modal utama dalam rangka menjaga masyarakat agar tetap bertahan untuk melawan virus COVID-19.

Hasil dari pantauan di AWR Kementan, beberapa kabupaten seperti Kabupaten Padang Lawas, Labuhan Batu Utara dan Deli Serdang sedang marak-maraknya melakukan panen padi.
Kabupaten Padang Lawas merupakan salah satu lumbung pangan di daerah Pantai Barat Sumatera Utara. Panen kali ini dilaksanakan di beberapa Poktan di Kecamatan Huristak. Salah satunya di Poktan Saroha Desa Tanjung Baringin dengan potensi luas panen seluas 175 hektare. Poktan lain yang juga melaksanakan panen adalah Poktan Panyisip, Desa Tanjung Morang seluas 98 hektare. Poktan Sapardangolan, Desa Tanjung Morang juga tidak mau ketinggalan dengan melaksanakan panen seluas 1 hektare. 

Informasi dari Koordinator BPP Kecamatan Huristak, rata-rata produkstivitas panen sekitar 5,2 ton per hektare. Varietas yang ditanam bervariasi antara lain Mekongga, Situbagendit dan Cibogo. Rendahnya produktivitas tersebut antara lain diakibatkan tata kelola air yang belum maksimal serta rendahnya pemakaian pupuk organik yang mengakibatkan terus berkurangnya ketersediaan unsur hara pada tanah sawahnya.

Koordinator BPP Kecamatan Huristak terus berkoordinasi dengan BPTP Sumatera Utara agar informasi-informasi terkini terkait inovasi teknologi khususnya untuk peningkatan produktivitas padi sawah terus terjaga. Beberapa penerapan inovasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dipantau adalah pemakaian varietas unggul baru, pemupukan berimbang dan penerapan sistem tanam jajar legowo.

Lain di Kabupaten Padang Lawas, lain pula di panen di Kabupaten Labuhan Batu Utara. Panen raya yang dilakukan oleh para petani di Kabupaten Labuhan Batu Utara merupakan panen padi varietas lokal, antara lain siGanteng dari tapanuli Selatan, siGambiri dari Pak pak Bharat, si Accimun Boru Manusun dari tapanuli tengah. Seluruh padi varietas unggul tersebut memiliki rasa nasi lebih enak, aroma yang wangi dan pulen, menjadikan harganya lebih tinggi dipasaran bila dibandingkan dengan padi unggul baru lainnya, dengan selisih harga mencapai Rp1.000.- hingga Rp4.000 per kilogram.

Sebagai  perbandingan, Varietas Lokal Ramos sudah sangat dikenal sejak 1980 di kalangan petani Sumatera Utara. Walau varietas Lokal Ramos oleh petani di desa Tanjung Mangedar Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara, hanya menghasilkan 5 ton per hektare. Namun, panen padi varietas Inpari 32 yang dilakukan di desa Kampung Mesjid kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara hasilnya mencapai 7 ton per hektare. Varietas Ramos ini masih sangat diminati karena sudah tersohor dan mempunyai nilai jual bagus di Sumatera utara sejak tahun delapan puluhan. Varietas tersebut dikenal dengan nama beras Ledong, sehingga para petani masih antusias untuk menanamnya.

Diseminasi teknologi yang dilakukan oleh BPTP Sumut menghasilkan kolarobarasi hasil produksi padi yang begitu optimal, disisi teknologi. Selain itu dapat membantu petani untuk memudahkan pemeliharaan dan mendorong hasil yang maksimal. Di sisi lain, varietas unggul lokal yang dimiliki petani dapat meneruskan kebiasaan penggunaan varietas unggul lokal daerah. Di mana varietas unggul padi lokal tersebut dapat didaftarkan melalui kegiatan SDG Balitbangtan.

Sumber Balitbangtan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID