logo rilis
Selain Listrik, Anggota PDIP Minta Harga Gas juga Didiskon
Kontributor
Nailin In Saroh
01 April 2020, 22:30 WIB
Selain Listrik, Anggota PDIP Minta Harga Gas juga Didiskon
Gas LPG. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang menggratiskan pelanggan listrik 450 VA selama tiga bulan dan memberi diskon 50 persen untuk pelanggan 900 VA. Namun, Nyoman menyarankan agar kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelanggan 450 VA-900 VA, tetapi juga pelanggan 1300 VA. 

"Seharusnya yang pelanggan rumah tangga 1300 VA juga diberikan diskon. Karena mereka dulu diarahkan ke daya 1300 AV, jadi masyarakat yang mau pasang 900 VA sudah tidak ada lagi," ujar Nyoman kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).

Menurut Legislator Bali itu, jumlah pelanggan listrik rumah tangga 1300 VA ini cukup banyak. Serta mayoritas pelanggan listrik besaran ini berada di perkotaan terdampak pandemi. 

"Mereka juga terdampak COVID-19, banyak kehilangan pekerjaan, bahkan sudah ada yang "dirumahkan" dan potong gaji.  Perusahaan tempat mereka bekerja, tidak bisa berproduksi lagi. Intinya, mereka ikut kehilangan pekerjaan juga," ungkapnya.

Meski begitu, Nyoman menyerahkan sepenuhnya ke PLN soal besaran diskon atau potongan terhadap pelanggan listrik 1300 VA bilamana ada opsi diskon terhadap pelanggan tersebut.

"Saya kira PLN punya hitung-hitungan atau formula yang tepat, soal besaran diskon ini. Apalagi harga minyak dunia sedang menurun, pembangkit listrik yang menggunakan BBM, costnya juga turun," katanya.

Diketahui, data PLN hingga 2019, jumlah pelanggan listrik PLN mencapai 74,92 juta pelanggan. Dari 38 golongan tarif pelanggan PLN, sebanyak 25 golongan adalah penerima subsidi listrik. 

Golongan terbesar penerima subsidi listrik adalah rumah tangga 450 VA sebanyak 27,95 juta pelanggan. Berikutnya adalah rumah tangga 900 VA tak mampu sebanyak 8,04 juta pelanggan.

Politikus PDIP itu pun mengangkat topi atas kerja PLN yang berani berkorban untuk rakyat kecil pada saat rakyat membutuhkan bantuan. Semestinya, kata dia, BUMN lain yang langsung bersentuhan dengan rakyat juga meniru kebijakan PLN. 

"Misalnya, harga Gas Elpiji 3 Kg maupun 12 Kg diberikan diskon. Karena gas, jadi kebutuhan pokok untuk memasak. Tak ada gas, maka ibu-ibu kesulitan untuk memasak," pungkas Nyoman. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID