logo rilis
Sekolah Belum Bisa 'New Normal', IGI Paparkan Sejumlah Fakta di Lapangan...
Kontributor
Elvi R
31 Mei 2020, 18:00 WIB
Sekolah Belum Bisa 'New Normal', IGI Paparkan Sejumlah Fakta di Lapangan...
Penyemprotan desinfektan di sekolah guna merdam penyebaran COVID-19. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyebut penerapan new normal bagi sekolah belum bisa dilakukan. Ada beberapa fakta yang merujuk pada ketidak siapan sekolah dibuka kembali saat pandemi virus corona merajalela.

Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim pun menyatakan, dukungannya atas statmen Presiden Joko Widodo yang tidak akan grusu-grusu dalam penerapan new normal di sekolah. Karena sangat berisiko jika dilakukan dalam waktu dekat.

Beberapa fakta yang ditunjukkan IGI soal ketidaksiapan sekolah terangkum dalam empat poin.

1. 60 Persen Guru Non PNS tak bisa jalankan protokol kesehatan

"IGI sangat yakin, sekolah yang saat ini digawangi oleh sekitar 60 persen guru Non PNS dengan mayoritas pendapatan hanya Rp250 ribu per bulan tak akan sanggup menjalankan protokol kesehatan secara ketat bagi anak mulai dari masuk pagar sekolah hingga menanggalkan pagar sekolah, ini belum termasuk protokol kesehatan diantar sekolah dan rumah," ungkap Ramli.

2. COVID-19 menular meski anak hanya satu jam di sekolah

Memang akan ada sekolah, terutama sekolah swasta bonafid atau mantan sekolah unggulan yang mampu menjalankannya dengan baik tapi itu tak layak menjadi alasan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka secara keseluruhan.

3. Angka Penularan COVID-19 pada anak tinggi

Sebagai contoh, Sebanyak 86 anak dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru atau Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Kamis (28/5/2020).

Dari 86 anak yang positif terinfeksi COVID-19 itu, 35 di antaranya merupakan balita rentang usia 0-5 tahun dan 51 anak berasal dari rentang usia 5-18 tahun.

Berdasarkan data persebaran COVID-19 dari situs web Covid19.go.id, per 29 Mei 2020, sebanyak 2,3 persen kasus positif corona adalah balita (0-5 tahun) dan 5,6 persen anak-anak (6-17 tahun).

Sementara Di Jakarta sebagai salah satu wilayah dengan jumlah kasus corona yang tinggi juga memiliki banyak kasus anak positif COVID-19. Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, per 29 Mei 2020, balita (usia 0-5 tahun) yang terkonfirmasi positif mencapai 89 orang. 

4. Angket KPAI nyatakan 80 persen orang tua tidak setuju sekolah dibuka

Berdasarkan angket yang dilakukan oleh komisioner KPAI menunjukkan bahwa mayoritas orang tua, lebih dari 80 persen memang menolak sekolah dibuka pada tahun ajaran baru ini.

Sementara itu Petisi "TUNDA MASUK SEKOLAH SELAMA PANDEMI" hingga saat ini sudah ditanda tangani 92.715 

"Data tersebut seharusnya sudah menjadi dasar bagi kemdikbud untuk mengambil keputusan yang jelas dan terang benderang," pungkas Ramli.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID