logo rilis
Sejumlah Kasus COVID-19 dari Transmisi Lokal, Warga Depok Diminta Waspada
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
28 Mei 2020, 15:00 WIB
Sejumlah Kasus COVID-19 dari Transmisi Lokal, Warga Depok Diminta Waspada
Warga melintas di sekitar pasar yang tutup di kawasan Bogor, Jawa Barat. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Depok— Wali Kota Depok, Muhammad Idris, meminta warganya untuk tetap waspada dengan penularan COVID-19 di lingkungannya masing-masing. Pasalnya, menurut dia, ada beberapa kasus penularan berasal dari transmisi lokal.

"Masyarakat harus semakin waspada terhadap lingkungan sebab saat ini penularan COVID-19 sangat rentan dari masyarakat sekitar," kata Idris dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5/2020). 

Idris menilai, wilayah Depok sangat rentan dengan penularan antarwarga, terutama yang memiliki riwayat kontak erat dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19.

Pemkot Depok, kata Idris, sudah menyediakan rumah sakit (RS) isolasi bagi warga terinfeksi COVID-19 khususnya kasus konfirmasi positif dengan isolasi mandiri. Tentunya perlu isolasi di rumah sakit sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan COVID-19.

"Sudah kami siapkan RS khusus bagi warga terjangkit COVID-19 agar dapat melakukan isolasi di rumah sakit. Ini agar tidak menularkan  kepada lebih banyak warga lainnya," tegasnya.

Idris mengatakan, pihaknya terus melakukan tes cepat COVID-19 secara massal di berbagai titik. Hingga saat ini dari total 5.000 orang yang menjadi sasaran, sebanyak 90 persen telah diperiksa dengan metode tersebut.

"Alhamdulillah, dari rencana 5.000 orang, sudah 90 persen yang terlaksana," katanya.

Ia menjelaskan dari jumlah yang diperiksa, 30 persen di antaranya dinyatakan reaktif. Selanjutnya, mereka akan diperiksa dengan metode tes swab polymerase chain reaction (PCR).

"Dengan penambahan ini, maka total kasus konfirmasi positif sudah 500 orang. Alhamdulillah, diimbangi dengan yang sembuh juga semakin banyak," ujarnya.

Ia mengatakan tes cepat sangat membantu dalam mempercepat penyisiran dan pemetaan titik penyebaran COVID-19. Dengan demikian, dapat memudahkan untuk dilakukan penanganan.

"Kami targetkan 13.000 orang ikut tes cepat, lokasi tesnya tersebar tempat-tempat publik," katanya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID