Saudari Pemimpin Korut Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Korsel - RILIS.ID
Saudari Pemimpin Korut Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Korsel

Jumat | 09/02/2018 22.30 WIB
Saudari Pemimpin Korut Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Korsel
Saudari pemimpin Korut Kim Yo Jong (barisan kiri, tengah) dikawal ketat ketika menaiki eskalator di bandara internasional Incheon, Korea Selatan, Jumat (9/2/2018). FOTO: AP/Ahn Young-joon

RILIS.ID, Seoul – Saudari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Yo Jong melakukan pertemuan bersejarah dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in, Jumat (9/2/2018). 

Kim merupakan orang pertama dari keluarga dinasti para pemimpin Korut yang mengunjungi Korsel sejak Perang Korea pecah pada 1950-1953.

Sebelum menemui Moon, Kim menyempatkan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin yang digadang-gadang sebagai ajang normalisasi hubungan dua Korea

Dilansir dari Euro News, pihak Korsel memanfaatkan betul momentum Olimpiade Pyeongchang sebagai upaya untuk membuat Korut mau berunding soal nuklir.

Sebelumnya, pemerintah Korut telah mengirim delegasinya ke Korsel untuk membicarakan rencana keikutsertaan Korut dalam Olimpiade Pyeongchang, dan hal-hal penting lainnya. Saat itu, hadir Menteri Unifikasi Korea Cho Myoung-gyon.

Sementara di kesempatan lain, orang penting kedua di AS Mike Pence menemui para pembelot Korut, termasuk seorang disabilitas.

Wapres Pence, yang tiba di Korsel pada Kamis kemarin, memuji keberanian para pembelot itu untuk melarikan diri dari wilayah Korut.

Salah satu tujuan kunjungan Pence adalah memperingati terbunuhnya 46 angkatan laut Korsel pada 2010. Seoul menuding Korut berada di balik peristiwa itu dengan menembakkan peluru torpedo hingga menyebabkan kapal perang Korsel kandas di tengah laut.

Untuk pertama kalinya, Pence sebagai pejabat tinggi AS setelah Presiden berhadapan langsung secara tatap muka dengan pimpinan seremonial Korut ketika menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di stadion Pyeongchang.

Pence menyebut keikutsertaan Korut dalam Olimpiade merupakan bentuk propaganda untuk pengalihan isu nuklir dan pelanggaran HAM Korut.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID