Saksi Kunci Akui Terima Rp250 Juta dari Rommy untuk Dikembalikan ke Haris - RILIS.ID
Saksi Kunci Akui Terima Rp250 Juta dari Rommy untuk Dikembalikan ke Haris
Zulhamdi Yahmin
Rabu | 03/07/2019 20.01 WIB
Saksi Kunci Akui Terima Rp250 Juta dari Rommy untuk Dikembalikan ke Haris
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta – Salah satu saksi yang dihadirkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Rabu (3/7/2019), Norman Zein Nahdi, mengakui telah menerima uang Rp250 juta dari mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Rommy).

Rommy meminta uang itu untuk dikembalikan ke Haris Hasanuddin. Namun, Norman mengaku uang itu sudah terlanjur dipakai untuk kebutuhannya untuk kampanye sebagai calon anggota legislatif. 

Norman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur itu menyebut, uang diterima di salah satu kamar Hotel Grand Mercure Kemayoran pada 28 Februari 2019. Saat itu, PPP sedang menggelar Mukernas.

“Tanggal 28 malam saya ditelepon salah satu stafnya (Rommy), diminta untuk ke kamar beliau dan beliau menitipkan sesuatu untuk disampaikan ke Pak Haris tanpa menyinggung perasaan Pak Haris,” kata Norman saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Sebelumnya, jaksa menyebut bahwa Rommy menerima uang gratifikasi pada 6 Februari 2019 di rumahnya di Kramatjati, Jakarta Timur. Total uang dalam tas itu senilai Rp250 juta.

Menurut jaksa, pemberian uang itu adalah komitmen atas bantuan diangkatnya Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Norman sendiri pada awalnya mengaku tidak tahu kalau tas tersebut berisi uang. Namun, dirinya sadar tas itu berisikan uang senilai Rp250 juta setelah membukanya.

Norman tidak langsung mengembalikan uang itu, dia malah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan kampanye sebagai calon legislatif (caleg) dalam Pemilu 2019 DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur III.

“Maksud saya Minggu pagi mau ngomong ke Haris dan Rommy kalau uangnya saya pakai dulu buat nyaleg dan diganti secara bertahap,” ujarnya.

Dia juga mengaku sudah menghabiskan 75 persen dari uang suap itu untuk membayar ongkos cetak baliho dan atribut partai.

“Sisanya bayar saksi dan pertemuan keliling di tiga daerah,” jelas Norman.

Dalam perkara ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)‎ Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Haris Hasanuddin didakwa oleh Jaksa penuntut umum pada KPK telah menyuap anggota DPR yang juga mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

Selain Romahurmuziy, Haris H‎asanuddin juga didakwa menyuap Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin. Haris didakwa menyuap Romahurmuziy dan Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta untuk mendapatkan jabatan atau posisi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID