logo rilis
Saham Freeport Jatuh, Ini Sebabnya...
Kontributor
Elvi R
24 Januari 2020, 09:00 WIB
Saham Freeport Jatuh, Ini Sebabnya...
Aksi demo untuk freeport. ILUSTRASI: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Freeport-McMoRan Inc melaporkan penurunan produksi tembaga kuartal IV dan mengatakan pihaknya memperkirakan pengeluaran lebih tinggi pada tahun ini karena transisi tambang tembaga raksasa Grasberg di Indonesia ke penambangan bawah tanah, mengirimkan sahamnya jatuh sembilan persen menjadi US$11,98.

Penambang AS telah menghabiskan miliaran dolar dalam peralihan dari tambang terbuka yang menipis dan untuk mengembangkan tambang bawah tanah yang hidup berdampingan yang akan membantu mencapai biaya rendah, produksi yang tahan lama dan menghasilkan arus kas yang signifikan di masa depan.

Produksi tembaga di Grasberg turun 14 persen pada kuartal IV, sementara total produksi logam turun 1,7 persen menjadi 827 juta pon.

Perusahaan itu mengatakan pihaknya memperkirakan belanja modal untuk 2020 menjadi sekitar US$2,8 miliar, lebih tinggi dari tahun lalu, termasuk US$1,8 miliar untuk proyek-proyek besar. Perusahaan juga telah mengalokasikan US$500 juta lagi untuk pengembangan smelter baru di Indonesia.

"Kami pikir pasar telah mengambil pandangan jangka pendek 2020 dan fokus pada capex (belanja modal) terkait smelter, pedoman kuartal pertama dan biaya tunai," kata Analis Deutsche Bank, Chris Terry.

Unit biaya tunai bersih diperkirakan rata-rata US$1,75 per pon tembaga untuk 2020, kata perusahaan itu, dibandingkan dengan 1,74 dolar AS tahun lalu.

Freeport memperkirakan penjualan 725 juta pon tembaga dan 105.000 ounce emas pada kuartal pertama.

Kepala Eksekutif Richard Adkerson mengatakan tembaga akan diuntungkan bahkan selama pertumbuhan global sedang, tetapi menambahkan harga saat ini masih jauh di bawah insentif yang diperlukan untuk menarik pasokan baru.

Harga rata-rata yang diterima Freeport untuk tembaga turun sedikit menjadi US$2,74 per pon pada kuartal keempat.

Harga tembaga telah rebound karena kesepakatan perdagangan Fase 1 antara Amerika Serikat dan China mengurangi tekanan pada logam merah. Harga tembaga, sering dilihat sebagai ukuran kesehatan ekonomi, membukukan kenaikan bulanan terbesar dalam dua tahun pada Desember.

Penghasilan bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham jatuh menjadi sembilan juta dolar AS dari US$485 juta dalam tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember, karena perusahaan tersebut membukukan provisi pajak sebesar US$329 juta, dibandingkan dengan keuntungan US$552 juta pada periode tahun lalu.

Tidak termasuk item satu kali, Freeport menghasilkan dua sen per saham, sementara analis memperkirakan titik impas, menurut data IBES dari Refinitiv.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID