Rupiah Mengkhawatirkan, BKPM Rencanakan Reformasi Tangkal Guncangan Global - RILIS.ID
Rupiah Mengkhawatirkan, BKPM Rencanakan Reformasi Tangkal Guncangan Global
Nailin In Saroh
Selasa | 06/03/2018 15.55 WIB
Rupiah Mengkhawatirkan, BKPM Rencanakan Reformasi Tangkal Guncangan Global
ILUSTRASI: RILIS.ID/ Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyebutkan, dunia tengah memasuki periode guncangan ekonomi yang berdampak pada inflasi dan suku bunga dolar AS. Hal ini juga mempengaruhi pelemahan rupiah.

"Tentunya yang disorot sekarang adalah proteksionis dan antisipasi Presiden Trump," ujar Lembong di kantornya, Selasa (6/3/2018).

Diketahui, nilai tukar dolar AS memang menguat tajam terhadap sejumlah mata uang dunia, setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor baja. Pernyataan mengagetkan para pelaku pasar keuangan. AS tetapkan tarif impor baja sebesar 25 persen dan untuk aluminium 10 persen. 

Kendati demikian, Lembong menuturkan, untuk sementara ini outlook volatilitas meningkat, sedangkan stabilitas makro global menurun. Meskipun secara fundamental momentum pertumbuhan ekonomi dunia menguat.

"Kalau kita bicara bottom up di Amerika, Uni Eropa (UE), India dan Cina track-nya cenderung menuju kekuatan. Trennya terus menguat, tapi itu semakin tidak mulus karena makin banyak guncangan naik turunnya," tuturnya.

Karenanya, kata Lembong, tanggung jawab BKPM ke depan adalah menambah urgensi dari reformasi kebijakan dan modernisasi sistem perizinan dan peraturan. 

"Karena, menjadi lebih penting lagi bahwa kita menimbun kredibilitas, menimbun kepercayaan. Itu hanya bisa dicapai dengan kebijakan rasional progesif dan reformis," jelasnya.

Reformasi menjadi penting disaat banyaknya guncangan akibat perkembangan moneter fiskal dan perdagagan yang tiba-tiba mengagetkan," tutup Lembong menambahkan.

Nilai tukar rupiah masih mencatatkan pelemahan awal pekan ini. Kekhawatiran pelaku pasar, menjadi salah satu alasan pelemahan rupiah. Senin (5/3/2018), rupiah dibuka di level Rp13.747 per dolar AS, sedikit menguat dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yakni Rp13.757 per dolar AS. Sedangkan Selasa (6/3), rupiah masih bergerak melemah di kisaran Rp13.737-Rp13.759 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah sudah melemah 1,49 persen.

Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (Jisdor), rupiah melemah 10 poin pada Selasa (6/3) menjadi Rp13.750 dari Rp13.740 per dolar AS pada Senin (5/3).

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID