Rupiah Anjlok, Nasdem: Jangan Sebut Ekonomi Sedang Ambruk - RILIS.ID
Rupiah Anjlok, Nasdem: Jangan Sebut Ekonomi Sedang Ambruk
Nailin In Saroh
Kamis | 06/09/2018 12.30 WIB
Rupiah Anjlok, Nasdem: Jangan Sebut Ekonomi Sedang Ambruk
Johnny G Plate. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta – Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Johnny G. Plate berharap, anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS tidak dikesankan bahwa ekonomi nasional tengah ambruk. 

Menurutnya, meski Rupiah mengalami pelemahan, namun fondasi ekonomi negara masih kuat.

"Kita paham dan tahu walau tidak terlalu hebat. Fondasi perekonomian kita baik dan tidak buruk. Jangan diberikan kesan bahwa situasi ekonomi Indonesia memburuk," ujar Johnny di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Anggota Komisi XI DPR ini pun membandingkan situasi Indonesia dengan negara lain yang memiliki pengaruh cukup besar akibat tekanan global. 

Di negara lain seperti Argentina dan Italia, kata Johnny, juga terjadi pelemahan mata uang yang lebih parah jika dibandingkan dengan Indonesia.

"Di luar sana ada tekanan eksternal yang besar dan kuat yang membuat Rupiah ini melemah. Tapi keseluruhan Rupiah masih terkendali, itu harus kita apresiasi," katanya.

Karenanya, Sekretaris Fraksi NasDem ini meminta kepada seluruh elite politik untuk bersikap tenang dan tidak membuat kegaduhan. 

Sebab, menurutnya, kegaduhan-kegaduhan opini turut menyumbang pelemahan Rupiah secara psikologis.

"Faktor eksternal ini sangat besar. Ini perlu direspons dengan kekuatan yang solid. Karena ini berkaitan dengan kepentingan nasional. Jangan ada kesan bahwa kita ini lemah dan saling berantam," tukasnya.

Legislator asal NTT ini menambahkan, isu pelemahan Rupiah agar juga jangan dipolitisasi.

Johnny menilai, perlu ada kekuatan dari semua pihak agar Rupiah kembali pada situasi normal. 

Untuk itu, kata dia, elite partai pun harus menyatukan kekuatan, bukan justru saling menyerang.

"Jangan ada kesan dipolitisasi. Jika ini dilakukan maka kita turut menyumbang peran bagi depresiasi Rupiah secara psikologis," tambah Johnny.

Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (6/9/2018) pagi, bergerak terapresiasi sebesar 48 poin menjadi Rp14.880 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.928 per Dollar AS.
 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID