logo rilis
Rumah Tangga Terdampak Paling Parah Selama Pandemi Covid-19
Kontributor

12 Maret 2021, 15:27 WIB
Rumah Tangga Terdampak Paling Parah Selama Pandemi Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Dampak pandemi Covid-19 menciptakan berbagai perubahan di sejumlah sektor dalam skala negara hingga rumah tangga. Diperlukan kebijakan yang menyeluruh agar mampu mengatasi permasalahan di setiap kelompok masyarakat di tanah air.

"Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada negara, tetapi juga secara langsung berdampak pada unit terkecil dari negera yaitu rumah tangga," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dilansir dari laman mpr.go.id, Jumat (12/3/2021).

Menurut Lestari, terganggunya perekonomian rumah tangga juga menyebabkan gangguan sosial dan kesehatan terhadap anggota keluarga seperti ibu dan anak dalam rumah tangga. Dampak gangguan ekonomi keluarga, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, mendapat respon yang berbeda dari setiap kelompok masyarakat.

“Pada masyarakat kelompok pra sejahtera, bahkan pandemi Covid-19 menyebabkan potensi kerawanan pangan terhadap anak meningkat. Selain itu, dampak psikologis juga diderita orang tua dan anak karena mengalami tekanan sosial dalam menjalani kehidupan di masa pandemi,” paparnya.

Dengan beragamnya dampak sosial dan ekonomi di masa pandemi yang dialami berbagai kelompok masyarakat, Rerie berharap, para pemangku kepentingan mampu menerapkan kebijakan yang komperhensif untuk mengatasi beragamnya dampak pandemi yang dialami masyarakat.

Sementara, Deputy Director of Research and Outrech SMERU, Athia Yumna mengungkapkan, berdasarkan survey yang dilakukan SMERU pada Oktober-November 2020 terhadap 12.216 responden di 34 provinsi, terungkap bahwa dampak pandemi Covid-19 sangat parah terhadap rumah tangga.

Athia mengungkapkan, tiga dari empat rumah tangga mengalami penurunan pendapatan, sebanyak 14 persen pencari nafkah terpaksa pindah kerja dengan sektor pertanian dan konstruksi sebagai penyerap tenaga kerja. Fakta lainnya, ujar Athia, setengah dari responden tidak memiliki tabungan.

Berdasarkan kondisi itu, Athia menyarankan, agar para pemangku kepentingan memperhatikan kesehatan fisik dan mental anak dan perempuan yang merupakan kelompok yang rentan mendapatkan gangguan di masa pandemi Covid-19.(*)

 

Editor: Andry Kurniawan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (1)

Adhit Jumat, 12 Maret 2021 | 15:44
karena dari rumah tangga masyarakat akan berdampak pada negara



2020 | WWW.RILIS.ID