Rudy Alfonso Ungkap Komunikasinya dengan Markus Nari soal e-KTP - RILIS.ID
Rudy Alfonso Ungkap Komunikasinya dengan Markus Nari soal e-KTP
RILIS.ID
Rabu | 01/11/2017 15.06 WIB
Rudy Alfonso Ungkap Komunikasinya dengan Markus Nari soal e-KTP
Gedung KPK di kawasan Kuningan, Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengacara yang juga Ketua DPP Partai Golkar Rudy Alfonso mengungkapkan hubungannya dengan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Markus Nari yang berstatus tersangka karena merintangi penyidikan, persidangan, dan memberikan keterangan tidak benar pada persidangan kasus KTP elektronik (e-KTP).

"Saya ditanya apakah saya pernah bertemu dengan yang bersangkutan. Saya katakan pernah di suatu rapat di DPP karena saya ketua bidang hukum. Beliau (Markus Nari) menghubungi saya, dia mendapat surat panggilan untuk menjadi saksi Irman dan Sugiharto. Dia bertanya harus bagaimana? Saya katakan saudara mesti kooperatif, sampaikan apa adanya," kata Rudy Alfonso usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Pemeriksaan Rudy kali ini adalah penjadwalan ulang dari panggilan 27 Oktober 2017.

"Saya katakan kalau menerima sesuatu, atau uang, dikembalikan. Sama seperti yang saya sarankan kepada Budi Supriyanto, dan Charles Mesang. Kalau tidak, katakan tidak," kata Rudy.

Budi Supriyanto adalah politisi Partai Golkar yang sudah divonis 5 tahun dalam perkara suap program aspirasi pembangunan infrakstruktur jalan di Maluku dan Maluku Utara. Sedangkan Charles Mesang juga mantan anggota DPR dari Golkar yang divonis bersalah dalam perkara suap penambahan anggaran dana tugas pembantuan di Kementerian Tenaga Kerja.


Markus Nari adalah salah satu anggota DPR yang disebut dalam dakwaan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-E 2010-2012.

Dalam dakwaan disebutkan guna memperlancar pembahasan APBN-P tahun 2012 tersebut, sekitar pertengahan Maret 2012 Irman dimintai uang sejumlah Rp5 miliar oleh Markus Nari selaku anggota Komisi II DPR. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Irman memerintahkan Suharto untuk meminta uang tersebut kepada Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S Sudiharjo yang merupakan anggota konsorsium PNRI.

Atas permintaan itu, Anang hanya hanya memenuhi sejumlah Rp4 miliar yang diserahkan kepada Sugiharto di ruang kerjanya. Selanjutnya Sugiharto menyerahkan uang tersebut kepada Markus Nari di restoran Bebek Senayan, Jakarta Selatan.

Namun dalam sidang 6 April 2017 lalu, Markus membantah hal tersebut.

Sumber ANTARA


Tags
#Rudy Alfonso
#Markus Nari
#Korupsi e-KTP
#e-KTP
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID