logo rilis
RI Siaga Bencana, 30 Pemprov Diminta Tingkatkan Peringatan Dini Terkait Siklon Tropis 94W
Kontributor
RILIS.ID
13 April 2021, 20:17 WIB
RI Siaga Bencana, 30 Pemprov Diminta Tingkatkan Peringatan Dini Terkait Siklon Tropis 94W
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Bibit siklon tropis masih mengancam wilayah Indonesia. Hal ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menyikapi hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta 30 pemerintah provinsi (pemprov) untuk mewaspadai potensi bibit siklon tropis 94W.

Para gubernur diminta meningkatkan kewaspadaan peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan. Ini sesuai surat BNPB yang dikeluarkan pada Selasa (13/4/2021).

Deputi Bidang Pencegahan Lilik Kurniawan mengatakan peringatan dini BMKG dapat digunakan untuk mempercepat penyebarluasan informasi peringatan dini bencana.

“Serta menyusun rencana tindak lanjut dan pengambilan keputusan,” ujar Lilik yang dikutip dari laman BNPB, Selasa (13/4).

Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, dan hujan es dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang maupun jalan licin.

Menurut Lilik, upaya ini bertujuan untuk mencegah dampak yang mungkin timbul. Koordinasi menyasar pada komunikasi risiko yang ditujukan kepada masyarakat mengenai potensi bahaya untuk menjauh dari lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon tumbang atau tepi pantai, khususnya warga yang bermukim di wilayah risiko tinggi.

Di samping itu, koordinasi bertujuan untuk menyiapkan dan mengelola seluruh sumber daya manusia, logistic, peralatan, penyiapan sarana dan prasarana untuk penanganan keadaan darurat serta penyiapan fasilitas layanan kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Lilik juga meminta pemerintah daerah untuk selalu siap siaga untuk mengevakuasi warga masyarakat yang tinggal di daerah risiko bencana tinggi, seperti lembah sungai, barah lereng rawan maupun tepi pantai.

“Mengaktifkan tim siaga bencana untuk memantau lingkungan sekitar akan gejala awal terjadinya banjir bandang, longsor, angin kencang atau pun gelombang tinggi,” tambah Lilik.

Lebih lanjut, Lilik meminta adanya pemantauan ruang udara dan kondisi bandar udara secara terus menerus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Airnav untuk menerbitkan informasi peringatan berupa Sigmet dan Aerodrome Warning.

Masih terkait kesiapsiagaan, Lilik mengimbau pemprov untuk mengaktifkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) yang terkoneksi dengan pusat-pusat data, informasi dan komunikasi kelembagaan terkait di pusat dan provinsi, kabupaten dan kota.

Apabila diperlukan, kata Lilik, pemerintah daerah dapat menetapkan status darurat bencana untuk pembentukan pos komando serta aktivasi rencana kontinjensi menjadi rencana operasi.

Surat BNPB itu ditujukan kepada Pemprov Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.

Kemudian Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Sementara itu, BMKG dalam rilisnya menyebutkan bahwa pihaknya mendeteksi adanya potensi bibit siklon tropis 94W di Samudera Pasifik dari Timur Laut Papua yang berpotensi menguat menjadi siklon tropis dalam seminggu ke depan.

Bibit siklon tropis ini mempengaruhi wilayah bagian utara Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua Barat, Papua dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan tinggi gelombang yang akan terjadi pada 13-19 April. (*)

 

Lihat video menarik lainnya:

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID