Ramai #TenggelamkanGerindra, Kader Prabowo Bereaksi Begini - RILIS.ID
Ramai #TenggelamkanGerindra, Kader Prabowo Bereaksi Begini
Nailin In Saroh
Senin | 22/06/2020 13.30 WIB
Ramai #TenggelamkanGerindra, Kader Prabowo Bereaksi Begini
Partai Gerindra. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Belakangan ini, ramai tagar #TenggelamkanGerindra yang viral bahkan trending di lini media sosial Twitter. Para kader partai berlambang Garuda itu pun langsung bereaksi. 

Wakil Sekjen DPP Gerindra, Andre Rosiade menilai lucu tagar yang dibuat warganet itu. Menurut kader Gerindra Sumatera Barat ini, justru partainya masih eksis dan sudah bekerja maksimal melayani masyarakat, khususnya di tanah Minang. 

“Banyak orang berkomentar tenggelamkan Gerindra. Hehehe.. Kami Gerindra Sumbar bekerja melayani masyarakat, hadir ditengah masyarakat,” cuit Andre Rosiade di laman Twitternya, Senin (22/6/2020). 

Andre juga mengklaim, mayoritas masyarakat Sumbar mendukung penuh keberadaan partai besutan Prabowo Subianto ini hingga sekarang. “Alhamdulillah mayoritas masyarakat mendukung kami di Sumbar sampai sekarang," katanya. 

Ia pun balik menantang siapapun agar meninjau langsung eksistensi Gerindra di Sumbar. Karena Gerindra Sumbar melakukan aksi nyata. Silahkan cek ke lapangan,” kata Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat ini. 

Sebelummya, tanda pagar atau hashtag #TenggelamkanGerindra menjadi trending topic lantaran pernyataan salah satu internalnya, Arief Poyuono, soal isu PKI dimainkan 'kadrun'. Elite Gerindra pun menilai tagar tersebut salah alamat.

"Tagar tenggelamkan Gerindra jelas salah kaprah. Secara logika tagar yang pas itu tenggelamkan Arief Poyuono, dalam artian cabut dukungan politik pada Arief Poyuono," kata juru bicara Gerindra, Habiburokhman, Rabu (17/6) lalu.

Diketahui, Habiburokhman merupakan satu dari lima juru bicara resmi Partai Gerindra. Empat orang lainnya adalah Sugiono, Ahmad Riza Patria, Sufmi Dasco Ahmad, dan Ahmad Muzani.

"Sebagai Jubir Gerindra saya tegaskan bahwa statement Arief Poyuono tidak ada kaitannya dengan Gerindra. Sudah lama beliau tidak diperkenankan mengatasnamakan Gerindra," kata anggota Komisi III DPR itu. 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID