Ramai Isu Reshuffle, Pengamat: Itu Karena Partai Pendukung Main Dua Kaki - RILIS.ID
Ramai Isu Reshuffle, Pengamat: Itu Karena Partai Pendukung Main Dua Kaki

Rabu | 26/04/2017 23.47 WIB
Ramai Isu Reshuffle, Pengamat: Itu Karena Partai Pendukung Main Dua Kaki
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Isu reshuffle Kabinet Kerja untuk ketiga kalinya kembali mencuat setelah Presiden Joko Widodo menegaskan akan mengganti menteri yang tidak memenuhi target dalam menuntaskan pekerjaan. Perombakan kabinet dinilai sejumlah kalangan dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menjelaskan salah satu alasan munculnya isu reshuffle adalah adanya sebagian partai pendukung pemerintah yang bermain dua kaki. Artinya, ada partai yang pura-pura mendukung pemerintah.

"Ke depan, itu bukan hanya menteri yang di-reshuffle, bisa jadi partai juga ikut di-reshuffle. Katakanlah kayak PAN, yang seolah bermain dua kaki dalam kabinet Jokowi," papar Ray di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Menurutnya, PAN sendiri terbilang baru sebagai pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ray menilai sikap PAN tidak konsisten sebagai pendukung pemerintah.

Hal itu disebabkan, jelas Ray, di banyak kesempatan, partai pimpinan Zulkifli Hasan ini kerap kali berseberangan dengan pemerintah. Salah satunya adalah ketika Fraksi PAN DPR terlibat dalam menginisiasi hak angket untuk pemerintah terkait “Ahok Gate”.

"PAN ini kan kalau masuknya pas awal pemerintah berkuasa ya oke saja. Kalau pemerintah terpuruk, PAN seolah tidak membela. Contoh seperti peristiwa 411, 212, dan hak angket, PAN ikut menginisiasi," papar Ray.

Ia pun memprediksi sebanyak tiga menteri akan diganti apabila Jokowi melakukan reshuffle. Di antaranya adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, lalu Menteri BUMN Rini Soemarno, dan terakhir Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur.


Tags
#Reshuffle Kabinet
#Ray Rangkuti
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID