Ramai Aduan soal Listrik, YLKI Minta PLN Segera Tanggapi Keluhan - RILIS.ID
Ramai Aduan soal Listrik, YLKI Minta PLN Segera Tanggapi Keluhan
Elvi R
Sabtu | 13/06/2020 15.01 WIB
Ramai Aduan soal Listrik, YLKI Minta PLN Segera Tanggapi Keluhan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILIS.ID, Bandarlampung – Ramainya keluhan pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang masuk melalui Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) belum juga mendapat tanggapan. Ketua YLKI Lampung Subadra Yani Moersalin meminta PLN segera menanggapi keluhan tersebut, terutama atas kenaikan tarif listrik.

"Kami meminta kepada Perusahaan Listrik Negara agar segera menjelaskan kepada pelanggan alasan kenaikan tarif listrik, yang membebani pelanggan," ujar Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Subadra Yani Moersalin, di Bandarlampung, Sabtu (13/6/2020).

Ia mengatakan aduan pada YLKI didominasi oleh permasalahan kenaikan signifikan tarif listrik selama pandemi COVID-19.

"Telah banyak aduan ke kami atas permasalahan ini, masyarakat menjadi risau karena terbebani, dan PLN sudah menjelaskan alasan mereka menaikkan tarif listrik karena adanya penerapan WFH (work from home), namun ini belum secara luas sampai ke konsumen," ungkap Subadra.

Menurut Subadra, seharusnya PLN cepat memberi tanggapan dan penjelasan atas kenaikan tarif listrik dan tata cara pencatatan penggunaan listrik secara mandiri.

"Penting sekali memberi sosialisasi kepada pelanggan untuk memberikan dan menjaga kepercayaan atas kinerja, seharusnya PLN dapat membuat surat resmi yang ditujukan kepada masing-masing pelanggan yang disertakan dalam surat tagihan, dan memastikan semua pelanggan menerima informasi tersebut, sehingga situasi seperti ini dapat dihindari," katanya.

Sebagai langkah antisipasi dan mengurangi kerisauan, lanjutnya, masyarakat dapat mencermati penggunaan secara mandiri, dan melakukan penghitungan pemakaian untuk mengajukan komplain.

"Saya berharap masalah ini dapat segera diselesaikan agar keresahan masyarakat dapat berkurang di tengah pandemi, dan masyarakat dapat melakukan pencatatan dan melakukan penghitungan secara mandiri untuk mengajukan komplain," pungkasnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID