logo rilis
Puan Maharani Diberi Gelar Adat Ratu Mutiara Kartadilaga di Pulau Pisang
Kontributor
RILIS.ID
11 April 2021, 17:25 WIB
Puan Maharani Diberi Gelar Adat Ratu Mutiara Kartadilaga di Pulau Pisang
Ketua DPR RI Puan Maharani membagian permen dan cokelat kepada anak-anak di Pulau Pisang, Krui, Pesisir Barat, Minggu (11/4/2021)./FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, PESISIR BARAT— Ketua DPR RI Puan Maharani mendapat gelar sekaligus nama adat Ratu Mutiara Kartadilaga. Gelar adat itu diberikan kepada Puan Maharani sebagai keturunan Sai Batin Karya Kartadilaga  yang berlangsung dalam upacara keluarga Sai Batin Karya Kartadilaga di Lamban Gedung Kartadilaga, Pulau Pisang, Krui, Pesisir Barat, Lampung.

Pemberian gelar dipimpin Sultan Hidayat Kartadilaga Gelar Demung Tinggi Laksana X dan dihadiri 12 kepala suku yang ada di Pulau Pisang.

Sultan Hidayat mengatakan, nama Puan tertulis dalam silsilah keluarga atau Lambo di Lamban Gedung Kartadilaga. Ia menjelaskan, Joesaki yang  asli Pulau Pisang menikah dengan Taksiah dari  Batipuh, Tanah Datar, Sumbar. Dari pernikahan itu, lahirlah Hamzatun Rosyda yang menikah denga Tjik Agoes Kiemas.

”Pasangan itu mempunyai anak, salah satunya Taufiq Kiemas, ayah Puan Maharani,” jelas Sultan Hidayat dalam siaran pers yang diterima Rilis.id, Minggu (11/4/2021).

Menurutnya, pemberian gelar nama adat keluarga merupakan hasil keputusan rapat Keluarga Besar Sai Batin Karya Kartadilaga pada 9 April 2021.

”Kesepakatan 12 suku yang dipimpin Sultan Hidayat Kartadilaga Gelar Demung Tinggi Laksana X. Demi kesinambungan,kerukunan dan keutuhan Keluarga Besar Sai Batin Karya Kartadilaga,” terang Sultan Hidayat Kartadilaga.

Sementara, Puan Maharani mengaku senang bisa berkumpul dengan keluarga besarnya.

”Terima kasih atas pemberian gelar ini. Semoga makin mempererat silaturahim Keluarga Besar Sai Batin Kartadilaga,” kata Puan.

Kedatangan Puan di Lamban Gedung Kartadilaga disambut dengan tarian adat diikuti penyematan kain adat Pulau Pisang.

Sebelumnya, dia berziarah ke makam leluhur keluarga besar. Ayah buyutnya dimakamkan di pemakaman Pulau Pisang.

Baca: Puan Maharani Terharu Nama Ayahnya Diabadikan sebagai Nama Bandara di Pesisir Barat

Puan menuju Pulau Pisang menggunakan perahu dari dermaga Kuala, Krui dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Setelah itu, Puan diantar mengendarai sepeda motor menuju makam dan rumah keluarga besarnya. Dia disambut meriah warga yang saling sapa dengannya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga membagikan makanan ringan dan cokelat kepada anak anak yang ditemuinya sepanjang perjalanan.(*)

Editor: Wirahadikusumah


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID