logo rilis
Proyek Kereta Cepat Gunakan Pekerja Cina, Timses Prabowo: Ini Ancaman untuk Kedaulatan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
21 Desember 2018, 20:05 WIB
Proyek Kereta Cepat Gunakan Pekerja Cina, Timses Prabowo: Ini Ancaman untuk Kedaulatan
FOTO: Merdeka.com

RILIS.ID, Jakarta— Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengkritik pemerintah terkait PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang akan menggunakan tenaga kerja asing (TKA) yang mayoritas berasal dari Cina dalam proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung pada tahun depan.

Menurut Juru Kampanye Nasional BPN Prabowo-Sandi, Nizar Zahro, keputusan itu bisa mengancam kedaulatan NKRI lantaran salah satu rute proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut melewati Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma yang di dalamnya terdapat sejumlah skadron pesawat milik TNI Angkatan Udara.

"Jika ada intelijen atau tentara Cina yang berkedok pekerja, maka terbuka peluang diambilnya data-data penting kemiliteran Indonesia," kata Nizar kepada rilis.id, Jumat (21/12/2018). 

Ketua DPP Partai Gerindra itu juga mengkritik Pemerintahan Jokowi yang tidak berkutik di hadapan Cina. Dengan menampung para pekerja Cina, menurutnya, maka posisi tawar pemerintah terlihat sangat lemah di hadapan Negeri Tirai Bambu tersebut. 

"Untuk itu, kami menolak keras dilibatkannya pekerja Cina dalam proyek kereta api cepat," tegasnya. 

Dia menilai, angka 20 persen pekerja Cina dari total 33 ribu pekerja adalah jumlah yang besar dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut. Apalagi, masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang membutuhkan lapangan pekerjaan. 

"Kami yakinkan bahwa bangsa Indonesia sanggup membangunnya. Pemerintah jangan terlihat lemah di hadapan Cina," ujar Nizar. 

Sejak awal, ungkap Nizar, pihaknya menganggap proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tidak itu tidak layak dilanjutkan. Pasalnya, menurut dia, banyak pihak yang menengarai proyek tersebut hanya untuk menampung para pengangguran dari Cina.

"Seperti diketahui ekonomi Cina saat ini sedang lesu sehingga menimbulkan banyak pengangguran. Dan ternyata apa yang ditakutkan menjadi kenyataan," ungkap dia. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), Chandra Dwiputra, memastikan kebutuhan tenaga kerja untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada tahun depan mencapai 33 ribu orang.

Menurut Chandra, sebanyak 20 persen dari total 33 ribu pekerja itu merupakan tenaga kerja asing (TKA) yang mayoritas berasal dari Cina. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID