Prihatin Demo AS Pasca Kematian Floyd, Wakil Ketua DPR Ini Harap Tak Ada Lagi Rasisme - RILIS.ID
Prihatin Demo AS Pasca Kematian Floyd, Wakil Ketua DPR Ini Harap Tak Ada Lagi Rasisme
Nailin In Saroh
Kamis | 04/06/2020 14.00 WIB
Prihatin Demo AS Pasca Kematian Floyd, Wakil Ketua DPR Ini Harap Tak Ada Lagi Rasisme
Wakil Ketua DPR bidang Korpolhukam, Aziz Syamsuddin. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolhukam Aziz Syamsuddin prihatin dengan adanya demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Amerika Serikat akibat kematian George Floyd. Menurutnya, segala bentuk tindakan kekerasan tidak akan membawa keuntungan bagi pihak manapun. 

Aziz pun berharap tidak ada lagi Rasisme atau tindakan melawan hukum yang berkembang di Amerika Serikat. Sebagai negara sahabat, kata dia, Indonesia menginginkan AS yang merupakan salah satu negara demokratis terbesar di dunia dapat kembali Kondusif di tengah Pandemi COVID-19.

"Perkembangan yang terjadi di Amerika sepenuhnya urusan dalam negeri Amerika, namun saya meyakini fondasi demokrasi serta aturan hukum di Amerika mampu mengendalikan situasi yang sedang berkembang secara konstruktif," ujar Aziz Syamsuddin saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2020).

Aziz menilai, pemerintah Amerika Serikat seyogyanya dapat segera merangkul para tokoh agama dan masyarakat untuk meredakan permasalahan ini. "Jangan sampai berlarut dan membawa dampak signifikan kepada berbagai aspek," tuturnya. 

Politisi Golkar itu meminta agar masyarakat Indonesia yang masih berada di AS tidak ikut turun ke jalan. Hal itu guna mencegah terjadinya hal hal yang tidak diharapkan. 

Aziz juga menjelaskan bahwa pemerintahan yang menganut sistem demokratis di seluruh dunia tentunya tidak menyukai adannya ketidakadilan, khususnya rasisme. Dimana Indonesia sendiri memiliki UU nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis yang mengatur tentang hal ini. 

"Jangan ada oknum yang mengadu domba dalam peristiwa ini, ini perlu segera di luruskan dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Sehingga Law and Order akan mampu di terapkan dengan baik dalam rangka memutus peredaran disinformasi maupun ‘hate speech’ dan segala bentuk ujaran kebencian yang era digital saat ini,"

"Sehingga kita bisa kembali fokus menangani COVID-19 dan kembali menjalankan roda ekonomi serta penerapan ‘New Normal’ sesuai dengan tantangan global saat ini" tandasnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID