logo rilis
Presiden Jokowi Tegaskan Tak Ada Pembebasan Napi Korupsi
Kontributor
Nailin In Saroh
06 April 2020, 13:00 WIB
Presiden Jokowi Tegaskan Tak Ada Pembebasan Napi Korupsi
Ilustrasi kejahatan korupsi. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa tidak ada rencana merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, untuk membebaskan napi korupsi terkait pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19. "Saya hanya ingin menyampaikan bahwa mengenai napi koruptor, tidak pernah kita bicarakan dalam rapat-rapat kita, jadi mengenai PP 99/2012 tidak ada, perlu saya sampaikan tidak ada revisi untuk ini," tegas Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Laporan Tim Gugus Tugas bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju melalui telekonference di Istana Bogor, Senin (6/4/2020). Menurutnya, upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di lapas yang memiliki kelebihan kapasitas hanya membebaskan napi pidana umum. Pembebasan ini pun, kata dia, sudah disetujuinya pada minggu lalu. "Tetapi tidak bebas begitu saja, tentu saja ada syaratnya ada kriterianya ada pengawasannya," jelas Jokowi. Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, berencana merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Pelaksanaan Hak Warga Binaan Permasyarakatan guna mencegah penyebaran COVID-19 di lapas. Terlebih yang kapasitasnya sudah berlebihan. Revisi PP tersebut bertujuan agar narapidana dengan kriteria tertentu bisa dibebaskan. Mulai dari terpidana narkoba hingga napi koruptor yang sudah lanjut usia dengan syarat ketat. "Perkiraan kami bagaimana merevisi PP 99/2012 tentu dengan kriteria ketat sementara ini," kata Yasonna saat rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (1/4). Kriteria pertama adalah narapidana kasus narkotika dengan masa pidana 5 hingga 10 tahun dan telah menjalani 2/3 masa pidana. "Akan kami berikan asimilasi di rumah. Kami perkirakan 15.442 per hari ini datanya. Mungkin akan bertambah per hari," katanya. Kriteria kedua yaitu napi korupsi berusia 60 tahun ke atas yang telah menjalani 2/3 masa pidana. Jumlahnya sebanyak 300 orang.



Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID